HUT KE-6 FSKC: Dihadiri Ratusan Penggemar Motor King

share on:
Para pengurus FSKC dan perwakilan dari berbagai club penggemar motor King usai tumpengan || YP/Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) – Memasuki usia 6 tahun, Free Souls King Community (FSKC) Yogyakarta kian memantabkan dirinya sebagai paguyuban penggemar motor King yang selalu berupaya merekatkan persatuan dan kesatuan anak bangsa.

Hal itu tampak dalam acara Tasyakuran ke 6 FSKC, di Wisma Kaliurang, Hargobinanung, Sleman, Minggu (15/9/2019). Meski acara  diagendakan berlangsung pukul 10.00, tapi sejumlah penghobi motor King dari berbagai club telah memenuhi pelataran wisam sejak satu jam sebelumnya.

Acara yang diikuti ratusan penggemar motor King dari berbagai club, ini dihadiri Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY Eka Sulistiyana dan Ketua YRKI DI Al Samrodin. Berlangsung gayeng, diselingi pesan tertib berlalu lintas dan beretika di jalanan, ditandai dengan pemotongan tumpeng.

“Biasa mereka selalu ada yang hadir lebih awal, apalagi ini acara HUT,” ujar Ketua FSKC, Heri Noviyanto.

FSKC beranggotakan sekitar 100 personel. Memiliki basecamp di Jalan Palagan Tentara Pelajar Km 7, Panggungsari, Ngaglik, Sleman. Semula hanya beranggotakan beberapa orang saja. Tapi measuki tahun kedua, anggotanya bertambah seiring dengan ragam kegiatan sosial yang dilakukannya di sela touring ke berbagai daerah.

“Awalnya kami lebih sering melakukan kegiatan bhakti sosial donor darah, pemberian santunan kepada dhuafa di beberapa momentum. Tapi lambat laun muncul kesadaran baru merekatkan tali silaturahmi dan sekat-sekat kelompok,” papar Heri yang juga aktivis Forum Jogja Rembug.

Dalam pandangan dia, kesamaan hobiis motor perlu digalang dalam suatu paguyuban atau perkumpulan untuk bisa berpartisipasi dalam upaya mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. “Ya bisa menjadi sarana efektif mendukung program pemerintah. Termasuk mengikis sentimen SARA, bahkan fanatisme supporter bola agar mereka tidak berlaku brutal,” tambahnya.

Hal ini dibenarkan Riyanto Tazri SH yang didapuk sebagai Penasehat FSKC, selama ini selalu menularkan pesan postitif tentang kebhinekaan sebagai suatu kekuatan dalam kebersamaan. “Yang namanya hobi harus dijauhkan dari politik. Kami non politik dan non primordial. Dari hobi didorong untuk kontribusi bagi persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, serta memiliki kepekaan sosial,” katanya. (Met)

 

 


share on: