Herman Ngaku Rugi Rp 9 M, Jaksa Kembalikan Berkas Perkara Dugaan Penipuan ke Penyidik

share on:
Herman Fermasyah menunjukkan surat bukti lapor ke Polda DIY || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (YOGYA) - Herman Fermansyah (56) korban investasi Koperasi DS senilai Rp 9,5 miliar kini makin was-was. Pasalnya, laporan yang dilakukanya sejak Februari 2019 ke Polda DIY hingga kini belum ada titik terang kapan akan disidangkan, kendati suada ada pnetapkan terhadap 3 orang tersangka yakni IW (46) warga Jakarta Timur, AFM alias Aan penduduk Kota Cirebon dan TS (52) warga Cirebon.

Melalui kuasa hukumnya, DR (cand) Rohmidhi Srikusuma SH MH, pria yang berprofesi sebagai pengusaha warga Bangirejo TR II/505 Karangwaru, Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini pun makin cemas setelah mendengar informasi bahwa berkas perkara yang dilimpahkan Polda DIY ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY, dikembalikan lagi oleh jaksa yang menangani perkara. Padahal, terang dia, pihak Kepolisian telah berupaya melengkapi dengan dua alat bukti yang cukup kuat dalam penetapan tersangka.

“Kami mengapresiasi penanganan laporan saya  yang dilakukan oleh pihak kepolisian sehingga telah  tetapkan sebanyak 3 orang tersangka dengan sangkaan berlapis, ada tipu gelap, undang-undang perbankan dan juga Undang-undang  Pencucian Uang,” terang Herman kepada sejumlah wartawan, Senin (29/3/2021).

Dia juga menyayangkan sikap dari Jaksa yang berupaya menggiring perkara ini masuk dalam ranah keperdataan. Penyidik Polda DIY telah menerapkan sangkaan Pasal 46 ayat (1) dan ayat (2) jo Pasal 16 Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 7 Tahun 1992  tentang perbankan san atau pasal 378 KUHP dan atau Pasal 3 atau Pasal 4 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana  Uang.

“Kalau memang perkara pidana jangan sampai diarahkan ke ranah perdata, karena itu dapat dibuktikan di persidangan, hakim yang menentukan setelah jaksa membuat dakwaan dan tuntutan, ini menunjukan Jaksa tidak profesional dalam menangani perkara, dalam hal ini Jaksa diduga telah melakukan hingga tiga kali, padahal ada surat Jaksa Agung bahwa berkaitan dengan P-19 hanya dilakukan satu kali saja,” bebernya.

Polda DIY melalui Kabid Humas, Kombes Pol Yuliyanto, membenarkan adanya orang tersangka dalam perkara ini. Dirinya menegaskan bahwa P-19 yang dilakukan oleh Jaksa, penyidik akan melaksanakan sesuai arahan dan petunjuk jaksa sesuai perundangan yang berlaku secara maksimal.

“Jadi kalau berkas itu di P-19 oleh Jaksa, maka penyidik akan melaksanakan apa yang diperintahkan oleh Jaksa, apakan perintahnya memperbaiki atau melengkapi segala sesuatunya atau seperti apa itu kan ada di penyidik, kita semaksimal mungkin  akan memenuhi  apa yang disarankan atau petunjuk dari P-19 tersebut,” terangnya menjawab konfirmasi yogyapos.com melalui sambungan ponselnya, Senin (29/3/2021).

Salah satu tersangka AFM membenarkan bahwa saat itu dirinya menjabat sebagai Kepala Cabang Koperasi DS di Yogyakarta. Dia menyebutkan bahwa tindakan yang disangkakan merupakan perbuatan ketika menawarkan suatu produk dari perusahaan tempat bekerja.

“Kalau  dari saya segala yang saya perbuat atau lakukan terkait penetapan tersangka didasarkan SOP atau perintah murni pekerjaan, jika memang perbuatan saya terkait profesi saya sebagai marketing yang menawarkan jasa simpanan atau pinjaman kemudian ketika ada permasalahan saya ditetapkan menjadi tersangka, artinya seluruh marketing di Indonesia juga sebagai tersangka dong,” katanya menjawab konfirmasi wartawan melalui Aplikasi WhatsApp.

Sementara itu belum didapatkan informasi  dari Kejati DIY ketika wartawan mendatangi di Kantor Kejati DIY Jalan Sukonandi Kota Yogyakarta pada Senin (29//2021) siang.

Sebelumnya, Herman Fermansyah telah mendepositokan dana total sebesar Rp 9,5 miliar di Koperasi DS, namun yang terjadi apa yang menjadi penjanjian dan kesepakatan bersama tidak dipenuhi oleh pihak koperasi bahkan dananya juga tak bisa dicairkan dan akhirnya dilaporkan ke Polda DIY pada 27 Februari 2019 dengan nomor laporan Polisi LP/0138/II/2019//SPKT. (Opo)

 

 


share on: