Hakim Tolak Praperadilan terhadap Kapolres Sleman

share on:
Kuasa hukum Kapolres Sleman, Heru Nurcahya SH MH || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Hakim tunggalan Negeri Sleman, Dr Devi Mahendrayani SH MH menolak untuk seluruhnya permohonan praperadilan yang diajukan Suyitno terhadap termohon Kapolres Sleman, Selasa (23/6/2020).

Hakim berpendapat, termohon telah melakukan prosedur penangkapan dan penahanan terhadap pemohon sesuai aturan hukum yang berlaku yakni KUHAP. Hal ini berdasarkan keterangan saksi maupun alat bukti yang sah sebagaimana tergelar di persidangan sebelumnya.

“Kami memutuskan permohonan pemohon dinyatakan ditolak untuk seluruhnya,” tegas hakim.

Atas petusan tersebut, tim kuasa hukum termohon memberikan apresiasi kepada hakim. Sebab memang benar adanya bahwa kliennya telah melaksanakan tugas penangkapan maupun penahanan terhadap termoho sesuai KUHAP maupun Perkap.

“Tak ada yang dilanggar oleh termohon. Semua dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tukas salah satu anggota tim kuasa hukum termohon, Heru Nucahya SH MH.

Pemohon praperadilan, Suyitno asal Wonosobo itu merupakan ayah dari tersangka YTS yang ditangkap aparat Polres Sleman pada 19 Mei 2020 pukul 19.00, di kamar Nomor 111 sebuah hotel di wilayah Yogyakarta. Dia ditangkap atas dugaan terlibat kasus narkoba.

Namun pemohon menyatakan penangkapan dan penahanan tidak sah karena antara lain tidak didasarkan atas bukti permulaan yang cukup. Karenanya yang bersangkutan melalui pengacaranya mengajukan praperadilan, walau akhirnya kandas karena ditolak hakim.

“Dengan adanya putusan praperadilan ini, maka proses hukum terhadap tersangka YTS dilanjut. Sekarang sudah P21, segera dilimpahkan ke Kejaksaan,” tegas Heru. (Agn/Met)


share on: