HAKIM TOLAK PRAPERADILAN : Kursi Pesakitan Menanti Hoky

share on:
Hakim Evi sesaat sebelum membacakan putusan.

Yogyapos.com (BANTUL) – Upaya Ir Soegiharto Santoso alias Hoky  (55) untuk lepas dari sangkaan penganiayaan ringan tak membuahkan hasil, setelah permohonan praperadilan yang diajukannya ditolak oleh tunggal Evi Istiyanti SH dalam sidang di PN Bantul, Senin (17/12/2018).

Putusan tersebut berdasarkan fakta persidangan, bahwa penetapan status tersangka atas diri Pemohon oleh penyidik Polres Bantul telah sah sesuai prosedur sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP maupun Putusan MK Nomor 21/PUU-XII/2014 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Di antaranya berdasarkan keterangan pemohon yang  mengakui mendorong saksi korban Ir Faaz Ismail, serta adanya 4 alat bukti.

Menanggapi putusan tersebut, pemohon menampakkan kekecewaannya. Sedangkan Tim Kuasa Hukum Polres Bantul menyatakan bahwa hakim telah memutus sesuai fakta persidangan. “Kami mengapresiasi putusan hakim. Ini artiya apa yang dilakukan termohon dalam penyelidikan maupun penyidikan hingga menetapkan status tersangka sudah sesuai perundang-undangan, profesional dan akuntabel,” tukas Heru Nurcahya SH salah satu anggota Tim Kuasa Hukum Termohon usai sidang.

Hoky yang kebetulan Ketua Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Bantul, karena diduga menganiaya dengan cara mendorong tubuh Ir Faaz akibat perselisihan.  Peristiwa mendorong tubuh yang dikategorikan penganiayaan terjadi ketika Pemohon berstatus terdakwa atas tuduhan pelanggaran hak cipta pada 10 Mei 2017, di PN Bantul.  Dalam kasus ini, dia akhirnya dinyatakan tidak bersalah melakukan pelanggaran hak cipta menggunakan logo Apkomindo dan divonis bebas murni oleh majelis hakim diketuai Subagyo SH MH tertanggal 25 September 2017.

Bebas dari tuduhan pelanggaran hak cipta, ternyata tidak membebsakannya dari sangkaan pidana penganiayaan, menyusul laporan korban Ir Faaz. Tak terima ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan yang peristiwanya sudah berlangsung lebih dari setahun lalu itu, Hoky melakukan upaya hukum praperadilan walau akhirnya kandas. Alhasil, dia bakal duduk lagi di kursi pesakitan atas tuduhan pelanggaran terhadap pasal 352 KUHP.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kasi Pidum Kejari Bantul Sabar Sutrisno SH yang konfirmasi yogyapos.com secara terpisah, bahwa dengan ditolaknya praperadilan berarti penyidik segera melengkapi pemberkasan dan melimpahkan ke kejaksaan. “Ini artinya pokok perkara dugaan penganiayaan berlanjut diproses,” katanya, Senin (17/12) malam. (Met)


share on: