Hakim Tolak Gugatan Uang Ganti Rugi Lahan Terdampak Tol Yogya-Bawen

share on:
Humas PN Sleman Cahyono || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pengadilan Negeri (PN) Sleman menolak gugatan Andy Nurvita terkait uang ganti kerugian (UGK) pembebasan lahan untuk proyek Jalan Tol Yogya-Bawen Sesi 1 di wilayah Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel.

Humas PN Sleman Cahyono membenarkan, perkara gugatan gugatan nomor register 249/Pdt.G/2021/PN Smn tersebut telah diputus dann dinyatakan berkekuatan hukum (inkracht). Putusan dibacakan oleh majelis diketuai FX Heru Santoso SH beserta hakim anggota Cahyono SH dan Joko Saptono SH. Atas putusann pihak penggugat tidak melakukan upaya hukum.

“Perkara nomor 249 perdata diputus pada tanggal 25 November 2021, putusannya adalah ditolak dan menghukum  pemohon keberatan untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 2.237.000. Putusannya menyatakan menolak terhadap gugatan tersebut dikarenakan tidak bisa dibuktikan mengenai permintaan lebih dari yang diputuskan oleh Pemerintah,” jelas Cahyono menjawab konfirmasi yogyapos.com, di kantornya, Jumat (7/1/2022) pagi.

Dikatakannya, dalam gugatan ini ada kesempatan upaya hukum kasasi dalam waktu 14 hari sejak diputus."Pihak penggugat tidak melakukan upaya hukum kasasi, pada tanggal 13 Desember 2021, gugatan telah mempunyai kekuatan hukum tetap,"imbuh dia.

Dihubungi terpisah, Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Pelaksana Jalan Bebas Hambatan (PJBH) Tol Jogja-Solo dan Yogya-Bawen, Galih Alfandi mengatakan untuk gugatan di PN Sleman sudah inkracht permohonan atas nama Andy Nurvitadi tolak oleh PN Sleman.

"Terkait pembayaran uang ganti kerugian belum di proses, kan perlu ditawarkan kembali ke bu Andy, apakah menerima atau menolak, terkait hal tersebut sepertinya belum diproses surat pemberitahuannya,” kata Galih.

Hingga berita ditulis belum didapatkan konfirmasi dari pihak penggugat.

Seperti pernah diberitakan gugatan dengan nomor perkara Nomor 249/Pdt.G/2021/PN Smn dilayangkan oleh salah satu pemilik tanah di Kalurahan Tambakrejo, Kapanewon Tempel kepada 7 tergugat.

Gugatan ini terkait dengan penetapan nilai ganti rugi tanah senilai Rp 242.876.336 juta. Sedangkan penggugat menuntutnya senilai Rp 485.652.732.

Adapun para tergugat dalam perkara ini adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Daerah Istimewa Yogyakarta, Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitasi Daerah Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia, Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman. (Opo)

 


share on: