Gunung Merapi Alami 12 Kali Guguran, Jarak Luncur Mencapai 1,6 Kilometer

share on:
Visual Gunung Merapi || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Gunung Merapi mengalami 12 kali guguran lava ke arah barat daya, mengarah ke Kali Bebeng dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1600 meter.

Hal tersebut hasil dari pengamatan secara visual oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode Jumat (3/1/2025) mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan 06:00 WIB. 

BPPTKG menyebutkan, cuaca berawan dan cerah, kondisi angin bertiup tenang ke arah barat dengan suhu udara 16.4-19 °C, kelembaban udara 65-82 persen dan tekanan udara 768.3-918 mmHg. 

BACA JUGA: 2025, Disnakertran Bantul akan Mengoptimalkan Program Transmigrasi

“Visual Gunung Merapi jelas, asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 25 m di atas puncak kawah,” kata penyusun laporan Erwin Widyon dan Susanta. 

Gunung yang memiliki ketinggian 2968 mdpl berasa di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Provinsi Jawa Tengah, masih dalam status level III (siaga). 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

“Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak,” jelasnya. 

BACA JUGA: WKSBM Bantul Salurkan Bantuan Karifan Lokal dari Kemensos, Ini Wujudnya

Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Masyarakat dihimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” sambungnya. (*/Opo) 


 


 


share on: