Gugatan Terhadap Leasing, Saksi: Penggugat Terlambat Mengangsur 17 Kali

share on:
Lingga Dwi Humantoro SH , salah satu anggota tim kuasa hukum Tergugat || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sidang lanjutan gugatan terhadap Leasing Astra Credit Companiies (ACC) kembali digelar di PN Sleman, Kamis (3/6/2021).

Dalam sidang oleh majelis hakm diketuai Siwi Rumbar Wigati SH, dihadirkan seorang saksi dari pihak tergugat, yaitu seorang petugas Account Receivable Handling Officer (ARHO).

Saksi menyatakan bertugas melakukan penagihan ke customer yang terlambat membayar angsuran, diantaranya adalah penggugat yang menurutnya sudah terlambat melakukan pembayaran sejak angsuran ketiga. Sehingga akhirnya unit kendaraan diamankan.

Disebutkan penarikan unit kendaraan itu merupakan konsekwensi atas kesepakatan. “Sejak angsuran ketiga selalu terlambat sampai 17 kali, meski diberi kelonggaran. Tapi karena terus menerus begitu akhirnya unit diamankan,” jelas saksi.

Sementara itu dalam sidang sebelumnya melalui eksepsi, tergugat diwakili tim penasehat hukumnya terdiri Heri Antoto SH MH, Adam Hasan Harapan SH CTL CLI dan Lingga Dwi Humantoro SH membantah seluruh dalil-dalil gugatan yang diajukan penggugat.

Tim kuasa hukum tergugat menegaskan bahwa gugatan yang diajukan penggugat salah alamat dalam mendudukan ACC sebagai pihak Tergugat. Sebab, faktual ACC adalah sebuah brand (merek dagang) sebagai identitas pembeda PT Swadharma Bhakti. Dalam menjalankan usahanya dengan demikian lazimnya sebuah perjanjian berpedoman pada ketentuan Pasal 1320 KUHPerdata tentang syarat-syarat perjanjian, terlebih dengan status badan hukum PT (Perseroan Terbatas) yang disandang PT Swadarma Bhakti Sedaya Finance.

Sehingga jelas dalam hal badan hukum (Recht Public) gugatan Penggugat terhadap Tergugat tidak serta merta membawa akibat hukum (rechtgevolg) terhadap Tergugat (Video UU RI No. 40Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas). Sedangkan, dalam konvensi, Tergugat menolak dengan tegas semua dalil-dalil gugatan, terkecuali apa yang secara tertulis dan tegas diakui oleh Tergugat. Hal tersebut dikarenakan gugatan yang diajukan pada Tetgugat tidak berdasarkan fakta yang sebenarnya, tidak berdasarkan hukum serta tidak didasari iktikad baik dalam perikatan.

"Mengenai penarikan itu karena sah berdasarkan Fudisia, memeliki kekiatan eksekutorial, akibat pelanggaran yang dilakukan oleh Penggugat karena melakukan keterlambatan pembayaran sampai 17 kali,” ungkap Lingga. (Agn) 

 

 


share on: