Gugatan Peserta Arisan Online 'Hoki' Tidak Diterima Hakim

share on:
Di gedung ini majelis hakim menjatuhkan putusan gugatan peserta arisan online 'Hoki' || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Setelah persidangan yang memakan berbulan-bulan, gugatan belasan peserta arisan online ‘Hoki’ yang diselenggarakan tergugat GP warga Bantul akhirnya diputus tidak dapat diterima oleh majelis hakim PN Bantul.

“Sudah diputus. Putusannya bahwa gugatan tersebut tidak dapat diterima. Hakim ketua majelisnya Pak Rajendra (Rajendra Mohi Isworokusuma SH (pen, red),” ujar Humas PN Bantul, Gatot Raharja SH MH menjawab konfirmasi yogyapos.com, Senin (24/1/2022).

Sidang perdana gugatan ini digelar pada 10 Juni 2021. Para penggugat menggunakan jasa advokat Mahenra Handoko SH mengajukan gugatan. Gugatan bermula sekitar 2 tahun lalu mengikuti Tergugat I selaku penyelenggara atau Owner menawarkan keikutsertaan arisan online ‘Hoki’ melalui grup WhatsApp. Kemudian membuka Get atau room penyelenggaraan arisan online dengan sejumlah slot. 1 Get senilai Rp 20 juta bisa diikuti 10 peserta atau 10 slot. Peserta dikenai biaya administrasi dan pembayaran pasok kewajiban sebagai peserta yang jumlahnya bervariasi tergantung urutannya.

Arisan ini semula berjalan biasa, lancar dan sebagian peserta sudah sempat memperoleh hasilnya. Tapi kemudian sejak April 2020 terjadi kemacetan, peserta tak pernah lagi menerima perolehannya.

Arisan ditutup secara sepihak, sehingga masing-masing mengalami kerugian bervariasi yang keseluruhannya mencapai Rp 1,3 miliar. Upaya perdamaian dilakukan beberapa kali, namun gagal menemukan solusi. Sehingga mereka mengajukan gugatan perdata. Turut menjadi Tergugat II adalah Dt, suami Tergugat I karena pernah menyatakan akan ikut menyelesaikan persoalan.

Dalam uraian putusannya, majelis hakim memutus tidak menerima gugatan karena kurang pihak yang digugat. Seharusnya ada 7 pihak lagi yang digugat, yakni peserta yang tidak melanjutkan memenuhi pembayaran sehingga menyebabkan arisan tersebut macet.

Terkait putusan tersebut, Mahendra Handoko SH selaku kuasa hukum para penggugat yang beberapa kali dihubungi yogyapos.com melalui WhatApp belum memberikan konfirmasi, apakah mau mengajukan gugatan baru ataukah menerima putusan. (Met/Spd)


share on: