Gordo Suguhkan 'Teh Tawar' Penawar Dahaga Penggemarnya

share on:
Gordo Pangarso (kaos hitam)optimis karyanya bisa diterima publik || YP-Fadholy

Yogyapos.com (SLEMAN) - Sempat bergerak di lini cadas melalui band Bloody Hollow di era 2009. Namun kini Gordo Pangarso beralih ke sekana indie folk, karena merasa nyaman dan pesan untuk pendengar juga tersampaikan. Ia pun merilis single dan video klip bertajuk ‘Teh Tawar’, yang trenyata bagai penawar dahaga para penggemarnya.

Menurut solois yang terilhami oleh Jason Ranti dan Four Twnty ini, instrumen akustik itu sederhana namun tetap syahdu. ”Instrumen yang saya gunakan gitar akustik dan saxophone. Tema yang diusung isu soial, persahabatan, percintaan. Memilih tajuk ‘Teh Tawar’ koumintas saya nongkrong di Angkringan Anggajaya dan memesan teh tawar. Diangkringan itu syahdu, santai,tidak ada sekat, ngobrol ngalor ngidul,” kata Gordo, Rabu (31/3/2021) malam, di Angkringan Anggajaya Condongcatur Selam.

Proyek ini dibantu Memet GKL yang mengajak Axcel Benza dari tim Eunola picture untuk menggarap alur cerita dan nuansa dalam video. Ada juga Ahonk ‘Mahijadedi’ dan beberapa kerabat dekat dan tim produksi Eunola untuk ikut andil. Alur video klip ini simpel. Gordo bertemu kawan-kawannya berbincang di angkringan lalu memesan teh tawar. Ada yang ngobrol ringan, adajuga yang membahas tentang pekerjaan.

Sementara itu di meja seberang ada sepasang kekasih yang sedang beradu mulut yang berakhir dengan terlemparnya gelas berisi air dan airnya secara tidak sengaja mengenai Memet GKL yang seketika terpancing emosi nya. Gordo yang sigap pun segera mendinginkan suasana.

Imbuh Gordo, pesan moral dalam video klip ini adalah dari tempat sederhana bisa terjadi aneka drama, perdebatan dan pertengkaran. Tapi itu semua bisa didinginkan dengan segelas teh tawar. Lagu ‘Teh tawar’ dirilis 14 februari 2021. Di beberapa platform digital (spotify, Apple music, YouTube, dll). Sedangkan Video clip ‘Teh Tawar’ ini akan di rilis pada tanggal 31 maret 2021 di platform youtube dan terangkum dalam album yang bertajuk ‘Syahduisme’.  (Fadholy)

 

 

 

 


share on: