Yogyapos.com (YOGYA) – Gedung lama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY di kawasan Malioboro disiapkan untuk memiliki fungsi baru setelah seluruh aktivitas kedewanan dipindahkan ke gedung baru di Jalan Kenari. Bangunan cagar budaya tersebut direncanakan menjadi museum atau galeri yang terintegrasi dengan Teras Malioboro sisi utara.
BACA JUGA: KPK Perketat Pengawasan Pengadaan BUMN, Vendor Diminta Junjung Integritas
Sekretaris DPRD DIY, Yudi Ismono, mengatakan pemanfaatan gedung lama merupakan bagian dari upaya menjaga nilai sejarah sekaligus mendukung penataan kawasan Sumbu Filosofi Yogyakarta.
"Gedung DPRD yang lama ini merupakan bagian dari cagar budaya dan menyatu dengan Teras Malioboro sisi utara. Nantinya kawasan tersebut akan digabung menjadi satu obyek gedung, entah itu museum atau galeri," ujar Yudi kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
BACA JUGA: Pembangunan Gedung Baru DPRD DIY Ditarget Kelar Akhir 2026
Menurut Yudi, pemindahan aktivitas DPRD DIY ke Jalan Kenari tidak hanya dilatarbelakangi kebutuhan ruang kerja yang lebih representatif, tetapi juga untuk menjaga kawasan Malioboro sebagai pusat budaya dan ekonomi. Dengan berpindahnya pusat kegiatan dewan, kawasan tersebut diharapkan dapat dikembalikan pada fungsi yang lebih sesuai dengan karakter Sumbu Filosofi Yogyakarta.
BACA JUGA: Ketua Harian Perisai Prabowo Apresiasi Kepemimpinan Presiden dalam Meredam Perbedaan
Selain itu, pemindahan juga diharapkan dapat mengurangi dampak aksi penyampaian aspirasi terhadap aktivitas ekonomi di Malioboro.
"Setiap ada konsentrasi massa, dampaknya tentu terasa pada perekonomian Malioboro. Kalau durasinya singkat mungkin tidak masalah, tapi kalau berjam-jam sampai pagi, ini yang kasihan dengan aktivitas ekonomi warga di sana," katanya.
BACA JUGA: Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono Luncurkan Lagu Inspiratif 'Teruslah Melangkah'
Sementara itu, pembangunan gedung baru DPRD DIY di Jalan Kenari terus berjalan sesuai target. Hingga pekan ke-69 pelaksanaan proyek, progres fisik telah mencapai 81,7 persen.
"Kebetulan sampai dengan minggu ini, kita masuk ke minggu ke-69. Dalam progres fisik sudah berada di angka 81,7 persen," ujarnya.
BACA JUGA: TMMD Reguler ke-129 di Purworejo, Bangun Jalan Rabat Beton 1.392 Meter
Yudi menjelaskan, berdasarkan kontrak kerja, proyek senilai Rp307 miliar tersebut dijadwalkan selesai pada 6 Desember 2026 dengan serah terima bangunan pada tanggal yang sama.
"Artinya proyek ini berjalan on the track sesuai dengan target yang ditetapkan oleh kontrak," katanya.
BACA JUGA: Seorang Pemotor Cidera Akibat Tertimpa Pohon Tumbang di Jalan Agrowisata
Setelah proses penyelesaian dan pengecekan akhir rampung, pemindahan seluruh aktivitas DPRD DIY dari Malioboro ke Jalan Kenari ditargetkan berlangsung pada Januari hingga Februari 2027.
Gedung baru tersebut dirancang memiliki area pelataran yang luas agar masyarakat tetap memiliki ruang untuk menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu aktivitas lalu lintas maupun perekonomian di pusat Kota Yogyakarta.
BACA JUGA: Pengurus KORMI Kapanewon se Sleman Dilantik
Yudi menambahkan, bangunan empat lantai dengan satu lantai rubanah itu mengusung konsep arsitektur yang memadukan gaya modern, nuansa khas Yogyakarta, serta sentuhan kolonial. Selama proses pembangunan, proyek juga mendapat pengawasan dari KPK, LKPP, BPKP, hingga kepolisian.
BACA JUGA: Pemda DIY Tetapkan Lima Kalurahan Mandiri Budaya 2026
"Ini mungkin satu-satunya gedung yang selama proses pembangunannya tidak ada temuan dari pihak eksternal, termasuk saat diperiksa BPK. Mudah-mudahan ini akan menjadi sebuah bangunan integritas yang istimewa untuk Jogja yang istimewa," pungkasnya. (Jhw)
