Yogyapos.com (SLEMAN) - Momentum lebaran merupakan ajang silaturahmi yang prospektif. Putra daerah yang bertebaran di kota pulang kampung. Tidak saja menjalin silaturahmi tetapi juga diberdayakan untuk membantu pengembangan potensi desa. Jadilah mudik yang produktif.
Setidaknya itulah yang dilakukan Kopka (POM) Kisdiyanto, putra asli Kepanjen Trimulyo Sleman yang tinggal di Bogor. "Kami senang melihat sanak saudara guyup rukun dan semangat dalam membangun dusun. Maka bukan hal berat bagi kami untuk ikut mendukung mereka agar dusun bisa maju dan berkembang", tandas personil Denpomal ini kepada yogyapos.com, Minggu (14/4/2024) pagi.
BACA JUGA: Tim SAR Ubah Metode Pencarian Korban Hanyut Kali Code
Wujud dukungan antara lain dengan menyerahkan ratusan bibit buah dan bunga untuk ditanam di area pengembangan destinasi Kepanjen. Pihaknya mengajak kerjasama dengan Gerakan Cinta Tanah Air (GCTA) dalam pengadaan beragam bibit tersebut.
Melalui jaringan telpon, Koordinator GCTA Jabodetabek Tjipni Trianti menyampaikan, lembaga yang dipimpinnya memang memiliki kepedulian untuk membantu reboisasi dan penghijauan lahan. “Kami sudah melakukannya di berbagai wilayah di Indonesia. Harapan kami ini bisa memanfaatkan tanah-tanah kurang produktif menjadi lebih bermanfaat,” jelasnya.
Sedangkan Koordinator GCTA Kabupaten Bogor Hengky Arifin menyambung, dukungan diberikan secara cuma-cuma. “Kami tidak memungut biaya sepeserpun. Semua gratis. Untuk itu kami berkoordinasi dengan Balai Perbenihan Kehutanan di Bunder Gunung Kidul. Warga tinggal mengambil. Semoga bisa membantu menghijaukan kawasan Kepanjen,” ungkapnya.
BACA JUGA: Malioboro Padat Pengunjung, Polisi Lakukan Penebalan Pengamanan
Dukuh Karang Kepanjen Erna Nurohmi yang tanah lunggunya dihijaukan sangat mendukung upaya warga Kepanjen. “Prinsipnya kami merelakan tanah lungguh digunakan oleh warga untuk pengembangan dan pemberdayaan potensi. Hanya saja semua memang harus dilengkapi dengan administrasi agar ke depan tidak muncul masalah,” jelasnya.
Warga Kepanjen menanam bibit pohon bantuan GCTA || YP-Ist
Pendamping wisata Kepanjen, Wahjudi Djaja SS MPd yang hadir dalam penanaman bibit juga mengapresiasi kepedulian warga Kepanjen yang di perantauan.
BACA JUGA: 14-15 Puncak Arus Balik Lebaran, Polisi Imbau Masyarakat Update Informasi
“Ini bukti nyata bahwa modal sosial tak bisa ditinggalkan saat kita memberdayakan potensi desa. Kekompakan warga Kepanjen juga patut diacungi jempol. Bulan kemarin mereka menggelar Ruwahan Ageng Kiai Panji secara swadaya,” tandas dosen STIE Pariwisata API Yogyakarta ini.
Pada 27-29 September 2024 nanti, lanjut Pokja Ketahanan Ekonomi Badan Kesbangpol DIY ini, akan digelar Jambore Jip Nasional. “Momentumnya diambil bertepatan dengan Hari Pariwisata Sedunia. Temanya Kepanjen Jip & Etnic Festival. Kontingen dari berbagai daerah di Indonesia sudan confirm untuk datang. Mereka juga akan menampilkan atraksi budayanya masing-masing. Ini akan sangat menarik dan menjadi agenda unggulan untuk Sleman bagian tengah,” paparnya.
BACA JUGA: Data Kecelakaan Arus Mudik, Polri: 73 Persen Sepeda Motor
Pada 19 April 2024 direncanakan syawalan bersama antara Panitia Jambore Jip dengan Panitia Lokal Kepanjen. Sekitar 50-an jip akan hadir dan menggelar acara camping di lokasi jambore. Beberapa jenis buah dan bunga yang ditanam antara lan pucuk merah, durian, rambutan, dan cemara kupu. Pada saat jambore nanti juga akan digelar Bakti Sosial Penanaman Pohon di area sepanjang bantaran Kali Sempor Kepanjen. (Iud)
