Yogyapos.com (YOGYA) - Tim SAR Gabungan akan mengubah pencarian dengan metode pemantauan terhadap Basuki (55) yang hanyut di Kali Code. Kebijakan ini dilakukan karena hingga hari keempat pencarian belum membuahkan hasil.
“Kami mengubah metode pencariannya yang selam ini mengerahkan relawan. Besok metode pencarian dilakukan dengan cara pantauan mobil pada titik-titik yang ditentukan. Hal tersebut sesuai hasil evaluasi yang dilakukan dengan unsur yang terlibat, baik Pemerintah Kemantren Danurejan, Kepolisian, TNI dan keluarga korban,” ujar Humas Basarnas DIY Pipit Eriyanto, Sabtu (13/4/2024).
BACA JUGA: Sabtu Terjadi Pergerakan Arus Balik Lebaran, Polres Bantul Siaga Pengamanan
Pipit mengungkapkan, selanjutnya Posko SAR Gabungan akan ditutup, namun operasi SAR akan dilanjutkan hingga hari ke-7.
“Kita akan melanjutkan operasi SAR hingga hari ketujuh, hari ini dilakukan pencarian hingga pukul 17.00 WIB dibagi dengan 2 SRU,” jelasnya.
“Pemantauan akan diperluas hingga wilayah Kabupaten Bantul dengan melibatkan BPBD Bantul dan sejumlah relawannya,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, korban warga Danurejan Kota Yogya ini terjun dari jembatan sungai, pada Rabu (10/4/2024) sore.
Titik awal kejadian diperkirakan di sekitar Jembatan Jambu Gemblakan Bawah RT 21 RW 07 Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan. Korban awalnya mondar mandir di lokasi kejadian lantas bergelantung pada besi pembatas jembatan dan langsung menceburkan diri.(Opo)
