Gandeng PNM, BPKH Dorong Pemberdayaan Keluarga Prasejahtera

share on:
Kepala BPKH Anggito Abimanyu (kedua dari kanan) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengembangkan manfaat investasi dana haji yang lebih luas dengan mengalokasikan investasi dana haji dalam program Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) Syariah.

Pengembangan ini terutama dalam hal pembiayaan kelompok ibu-ibu rumah tangga prasejahtera melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Syariah yang dikelola oleh PT Permodalan Nasional Madani (Persero).

“Investasi dana haji juga dimanfaatkan untuk pembiayaan pemberdayaan keluarga prasejahtera dan pelaku usaha sektor mikro di Indonesia,” terang Kepala BPKH Anggito Abimanyu usai Peluncuran Investasi BPKH pada surat berharga Reksa Dana Syariah Penyertaan Terbatas PNM Pembiayaan Mikro BUMN Seri VII di Pasar Gamping, Sleman, DIY, Jumat (26/3/2021).

Menurut Anggito, langkah ini merupakan terobosan penting dalam pengembangan investasi dana haji yang dikelola oleh BPKH.

“Sehingga, dana haji akan memberikan nilai manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia, khususnya pengusaha kecil, mikro dan keluarga prasejahtera,” jelasnya.

Ditambahkan, Presiden Direktur Permodalan Nasional Madani (Persero) Arief Mulyadi, pihaknya menyambut positif dan sangat mendukung langkah BPKH. Investasi dana haji bagi pemberdayaan ekonomi pengusaha kecil, mikro dan keluarga prasejahtera ini bukan semata-mata sebagai financial investment, melainkan juga menjadi social investment sebagai bagian dari bentuk Environmental, Social and Good Governance (ESG) Investment. 

“Kami berharap kerja sama kemitraan BPKH dengan PNM Grup ini bisa dirintis dan ditingkatkan untuk jangka panjang. Sehingga, BPKH dan PNM Grup bisa terus membantu mengangkat derajat ekonomi kecil, mikro dan keluarga prasejahtera di Indonesia,” tuturnya. (*/Eko Purwono)

 


share on: