Film 'Dibalik Senyapnya Sejarah' Mewarnai Malam Tirakatan di Dusun Krapyak

share on:
Pemuda AMKA 20  Krapyak  foto bersama dimalam tirakatan HUT RI ke 80 || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Kegiatan malam tirakatan penyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Padukuhan Krapyak RW 20 yang diprakasai oleh Angkatan Muda Krapyak (AMKA 20), diselingi pemutaran film pendek Dibalik Senyapnya Sejarah, karya Aji Satria Ganggadeta. Selain itu juga ditampikan berbagai kesenian seperti drama Meraih Mimpi oleh remaja AMKA 20, Tari Ny Ageng Serang, pada Sabtu (16/8/2025).     

Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutan yang dibacakan Dukuh Krapyak Ari, mengatakan sesekali perlu menengok ke belakang, introspeksi melihat keadaan dan tempat kita masing-masing. Kemudian membekali diri untuk menyosong tugas dan tanggung jawab di masa depan.

BACA JUGA: Aisha Kamila, Si 'Neng Pasundan' Cilik SIap Bersinar di Jagad Musik Tanah Air

“Inilah makna dari tirakatan, membuat renungan tentang kita dalam prespektfi masa lampau, masa kini dan masa datang. Tirakatan ini merupakan perwujudan rasa Syukur kita kepada kepada Tuhan yang Maha Esa atas nikmat kemerdekaan yang telah dijalani selama 80 tahun ini," ujarnya.         

Ketua RW 20 Krapyak Triharjo Sleman, Ardani menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga RW 20. Kegiatan malam tirakatan dapat terlaksana berkat ke kompakan sertuan seluruh warga RW 20.                                         

BACA JUGA: GREAT Institute Apresiasi Prabowo, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Motor Pertumbuhan

"Saya berharap persatuan dan kekompakan terus semoga peringatan kemerdekaan mendatang lebih meningkat," ujar Ardani.         

Sementara itu, penulis skenario sekaligus sutradara Film Dibalik Senyapnya Sejarah, Aji Satria Gaanggadeta, mengatakan pembuatan film pendek sederhana ini dalam mengenang para pahlawan kemederkaan yang ada di padukuhan tersebut. Tokoh yang diperankan warga antara lain, Koco, Basuni, Rifki dan Fajar.

"Kami berharap film ini menjadi semangat seluruh warga, mudah ditangkap berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, produksi film itu juga mengeluarkan potensi yang ada masyarakat setempat," jelas Aji Satria Ganggadeta, lulusan STMM Yogyakarta ini kepada yogyapos.com disela pemutaran film. (Agn)
                                                           

 

 


share on: