Ferry Setiawan: Industri Fashion Mati Suri

share on:
Salah satu karya desainer yang mulai diminati || YP-Ist

Industri fesyen menjadi salah satu industri kreatif yang terimbas pandemi Covid-19, termasuk para pelaku UMKM fesyen dan industri busana di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Maka dari itu dibutuhkan upaya mendorong agar dunia industri ini kembali mengeliat namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Dunia fesyen bisa dibilang mati suri semenjak pandemi Covid-19 dan saat penerapan PPKM, mereka juga berproduksi tetapi tidak bisa mengeluarkan hasil produksinya, masyarakat juga tidak tahu apakah masih ada produksi yang dipasarkan, apakah ada desain baru yang bisa diakses,” jelas Owner Wawan Model Management Jogja (WMMJ), Ferry Setiawan dalam perbincangan dengan media ini, Minggu (18/10/2021).

Salah satu terobosan dilakukan WMMJ, yakni dengan menggelar peragaan busana dengan tema Invitation Trunk Show Resurrection di Boutique Hotel Kota Yogyakarta yang menampilkan karya 12 desainer ternama salah satunya menampilkan karya busana desainer asal Kota Surabaya, Christiana Veni Rosita dengan besutan Batik Shibori.

“Sebelumnya kami juga pernah mengadakan sejumlah perhelatan peragaan busana, diantaranya fasyen show untuk tugas akhir SMK di Salatiga, acara grand opening hotel Sofia di Kota Solo, fasyen show kebangkitan UMKM di Purwokerto, fasyen show dengan mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM,” ujarnya.

Dia berharap dengan mulai diperlongar penerapan PPKM, pihaknya dapat kembali mengairahkan industri fasyen terrutama para desainer UMKM di Indonesia. "Semoga dunia fasyen makin berkembang lagi dan makin semarak produk desainer serta kembali dapat dilempar ke pasaran. Tentunya kita juga tidak boleh lengah dengan Covid-19, protkes tetao kita terapkan secara ketat dalam setiap acara,” ungkap dia. (Opo)

 

 


share on: