Erika Lega PK Bendahara YIS Ditolak

share on:

Yogyapos.com (SLEMAN) – Ny  Erika Handriati kini merasa lega, Majelis Hakim Mahkamah Agung telah menolak upaya Peninjauan Kembali (PK) terdakwa Supriyanto atas perkara yang dilaporkannya. Dirinya melaporkan terkait pemalsuan nilai ijazah yang dilakukan oleh terdakwa  selaku bendahara Yogyakarta Independent School (YIS).

“Majelis hakim menolak PK yang dilakukan oleh Supriyanto. Sebelumnya di kasasi kita kan menang, MA memutuskan terbukti bersalah dan dihukum enam bulan,” kata Erika kepada wartawan di Yogyakarta, Selasa (29/11/2022).

Dirinya menandaskan bahwa dua mata pelajaran tersebut diajarkan setelah kasus mencuat, dalam putusan kasasi terbukti bahwa YIS telah terbukti melakukan tindak pidana pemalsuan nilai mata pelajaran (mapel) pendidikan agama dan PPKn.

“Dia tidak mengajarkan tapi nilainya ada di ijazah, itu nilai palsu karena tidak ada mata pelajarannya. Pada dasarnya nilai rapot itu harus sama yang ada di ijazah. Pendidikan agama adalah salah satu mapel yang tidak bisa diintegrasikan karena silabus, kurikulum untuk dikembangkan oleh Pemerintah, dalam aturan Permendikbud dikatakan minimalnya harus ada guru agama,” ungkap dia.

Berbekal vonis PK, dirinya telah melayangkan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri Sleman. “Saat ini gugatan sudah bergulir di PN Sleman,” imbuh dia.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Widagdo SH membenarkan telah terbitnya vonis PK yang diajukan oleh Supriyanto, akan tetapi pihaknya belum mendapatkan salinan putusannya.

“Yang mengajukan PK dari pihak terdakwa. Pada saat putusan kasasi dipidana penjara selama enam bulan potong masa penahanan, sudah dieksekusi dan sudah selesai,” jelas Widagdo yang disampaikan oleh Kasi Pidum, Agung Wijayanto SH, Selasa (29/11/2022).

Dibeberkan, pada saat perkara bergulir di tingkat Pengadilan Negeri terdakwa diputus  bebas pada 28 September 2021, kemudian JPU menempuh upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung. Putusan kasasi selama 6 bulan penjara pada 26 Januari 2022. “Pengajuan PK pada tanggal 18 Februari 2022,” imbuhnya.

Kuasa Hukum Supriyanto, Odie Hudiyanto mengatakan prinsipnya putusan yang telah ada tidak menyatakan bahwa ijazah itu tidak sah. “Ijazah tetap sah dan tidak melanggar aturan,”tandasnya menjawab konfirmasi yogyapos.com melalui sambungan selulernya.

Dirinya mengaku masih menunggu salinan putusan PK secara resmi, untuk mengetahui pertimbangan hakim PK yang menolak permohonan PK kliennya.

“Apakah alasan administrasi saja, atau sudah memeriksa pokok perkara, karena yang dimuat itu baru amar putusan saja,” ungkap dia.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Muharjanti SH menuntut bendahara YIS bernama Supriyanto dengan pidana penjara selama 2 tahun, dengan dakwaan menyuruh atau memerintahkan orang lain untuk memasukkan keterangan palsu dalam suatu akta otentik, dalam hal ini dalam ijazah Sekolah Dasar, sebagaimana diatur dalam dakwaan di pasal 266 ayat 1 KUHP. (Opo)

 


share on: