Dukung AMIN untuk Perubahan, Ratusan Relawan Tabuh Kentongan 'Siyaga Rakyat' di Titik Nol Yogya

share on:
Chang Wendriarto CH, mantan kader PDIP yang kini Caleg Partai Nasdem ikut orasi || YP-Yuliantoro

Yogyapos.com (YOGYA) - Ratusan simpul relawan AMIN yang tergabung dalam Komunitas Milenial Berbudaya bersama AB Ningrat, melakukan tabuh Kentongan bersama di Titik Nol Km Kota Yogya, Senin (27/11/2023). 

Mereka mengumumkan acara seni bertajuk ‘Kentongan Siyaga Rakyat’  bertujuan sebagai wadah bagi masyarakat untuk menyuarakan aspirasi mereka terhadap berbagai masalah yang menghimpit kehidupan sehari-hari.

BACA JUGA: Ribuan Pendukung Anies Baswedan Optimis Berhasil Rebut Kedaulatan Rakyat Melalui Pilpres

Acara Kentongan Siyaga Rakyat dihadiri oleh beragam lapisan masyarakat yang ingin menyampaikan pesan-pesan penting. Tampak hadir dalam kesempatan itu Chang Wendriyanto (Caleg Nasdem), Eko Winardi (dramawan), Hari Suprasno, Agus Suhartono, serta puluhan seniman aktivis lainnya.

The power of Emang-emak pendukung AMIN selalu terdepan dalam setiap aksi || YP-Yuliantoro

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Agus Suhartono mengatakan Kentongan, sebagai simbol perubahan dan perjuangan rakyat, menjadi pusat ekspresi bagi mereka yang merasa suara dan aspirasi mereka terabaikan dalam sistem pemerintahan yang ada.

BACA JUGA: Rakyat Bersatu Singkirkan Kepala Batu, Itulah Seruan Ratusan Massa di Mimbar Demokrasi ISI Yogya

“Dalam era di mana lembaga-lembaga negara tidak sepenuhnya mampu memperjuangkan kepentingan rakyat, bunyi dari kentongan menjadi simbol dari kebangkitan dan aspirasi untuk perubahan,” ujar Agus dalam orasi politik nya.

Acara ini menjadi panggung bagi rakyat untuk menyoroti dominasi Oligarki yang mempengaruhi semua aspek kehidupan. Perubahan dalam sistem hukum yang tak lagi mengedepankan keadilan, serta perekonomian yang dikendalikan oleh sejumlah kecil pemodal, telah merenggut kemudahan hidup masyarakat.

Satu kata: perubahan || YP-Yuliantoro

“Tidak hanya itu, rakyat kelas bawah juga terbatas dalam merasakan manfaat kehadiran negara dalam mengatasi berbagai tantangan hidup sehari-hari. Mereka kesulitan dalam hal pemahaman aturan hukum, manajemen usaha yang tepat, serta modal yang cukup,” tambahnya.

BACA JUGA: Dr H Syahganda Nainggolan : Pemuda, Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan?

Melalui seni dan ekspresi, Happening Art Kentongan Siyaga Rakyat berusaha memberikan ruang bagi rakyat untuk mengekspresikan keprihatinan mereka terhadap ketidakadilan sistem pemerintahan yang kurang memperhatikan kebutuhan mereka.

Acara ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi para pemegang kekuasaan untuk kembali pada nilai-nilai dasar pendirian negara demi terbentuknya Indonesia yang lebih adil, sejahtera, berpendidikan, serta aktif dalam upaya menciptakan perdamaian dunia. (Yuliantoro)

 


share on: