Yogyapos.com (SLEMAN) - Perilaku buruk membuang sampah sembarangan masih saja menjadi sebuah kebiasaan segelintir orang, sangatlah disayangkan.
Seperti halnya yang dilakukan seseorang dengan sengaja melempar sampah-sampah di lingkungan fasilitas pendidikan di wilayah Dusun Karanggawang, Mororejo, Tempel.
BACA JUGA: Prof Muhammad Naim: Jadikan Imsak Sebagai Kepribadian Muslimin
Tumpukan sampah mulai terlihat sejak satu bulan terakhir, sedangkan tak jauh dari lokasi terdapat bangunan Kelompok Bermain (KB) Putra Handayani dan Gedung Dakwah Muhammadiyah. Sehingga menimbulkan aroma tak sedap dan lingkungan menjadi kumuh.
“Perilaku membuang sampah sembarangan ini sangat disayangkan, kami merasa terganggu,” kata Kepala Sekolah KB Putra Handayani, Sulis kepada yogyapos.com, Selasa (1/4/2025).
BACA JUGA: Gelar Sholat Id di XT Square, PRM Padeyan Siap Perluas Masjid Nur Sidik
Menurutnya, dampak membuang sampah sembarangan bagi lingkungan pendidikan, dapat merusak pemandangan, menimbulkan bau yang tidak sedap, menyebabkan banjir, menimbulkan berbagai penyakit dan juga mempengaruhi perilaku anak usia dini.
“Tentunya juga mengganggu estetika dan menurunkan tingkat kenyamanan, sehingga berdampak pada proses belajar mengajar,” ungkapnya.
BACA JUGA: Mayat di Sungai Code Dusun Pendes Tak Beridentitas, Begini Kondisinya
Dukuh Karanggawang, Supriyanto menuturkan, pihaknya langsung merspon persoalan ini dengan memasang spanduk larangan membuang sampah di lokasi yang dimaksud.
BACA JUGA: GRIB Jaya DIY-Kodim Yogya Salurkan 1.000 Takjil, Disambut Gembira Warga
“Akan kita pantau, karena diduga sampah sampah itu sengaja dibuang oleh seseorang di luar warga Karanggawang, permasalahan ini akan kita selesaikan dan akan menindak pelakunya,” tutur Supriyanto.
Ia mengajak seluruh warga agar berperilaku positif dalam membuang sampah. Terus kita sosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah dan bahayanya terhadap lingkungan.
BACA JUGA: LKBH Pandawa Yogya Salurkan 150 Parcel, Berkah Penghujung Ramadhan
“Kita juga telah memiliki Kelompok Pengelola Sampah Mandiri, yang dinamai KPSM Rukun Manunggal sehingga harapannya sampah dapat dikelola dengan maksimal,” katanya. (Opo)
