Dugaan Pungli Sekolah, AMPPY Mengadu ke Kejati DIY

share on:
Kasi Penkum Kejati DIY (paling kanan) saat menerima laporan dari AMPPY || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan Yogyakarta (AMPPY), Senin (24/8/2020) mendatangi kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY, di Jl Sukonandi Yogya.

Kedatangann AMPPY untuk mengadukan sejumlah sekolah yang melakukan dugaan pungutan liar (pungli) dalam penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2020/2021. Dari laporan yang masuk ke AMPPY ada sekitar 30 sekolah yang melakukan dugaan pungli, yang mayoritas adalah sekolah negeri. Baik di tingkat SMA ataupun SMK.

Koordinator AMPPY Dra Yuliani mengatakan, kejadian ini sangat meresahkan dan bisa menjadi preseden buruk bagi dunia pendidikan di Yogyakarta. Dari biaya masuk yang mencapai Rp 3 juta-Rp 5juta sungguh memberatkan orangtua siswa. Belum lagi biaya sekolah online untuk membeli kuota internet.

“Untuk biaya seragam juga harus dibayar lunas dengan kisaran Rp 750 ribu hingga Rp 1,5 juta. Padahal sekarang lagi menerapkan sistem belajar online, yang tidak harus mengenakan seragam. Alokasi Dana BOS juga tidak dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,” ujar Yuliani.

Dyah Roesita menambahkan, selama ini pihaknya telah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan DIY ataupun kabupaten/kota. Dalam audiensi tersebut telah disepakati jika dalam penerimaan siswa baru meniadakan pungutan ataupun biaya masuk, serta pembelian seragam. “Namun kenyataannya banyak sekali laporan yang masuk ke kami, terkait adanya pungli sekolah yang membebani siswa di tengah masa pandemi Covid-19. Dengan aduan ke Kejati DIY ini,kami berharap segera ditindaklanjuti oleh pihak yang terkait,” imbuh Dyah.

Menanggapi aduan dari AMPPY, Kasi Penkum Kejati DIY Jaka Wibisana SH menerima laporan tersebut dan akan dikaji secara mendalam. “Kami terima berkas laporan dari teman-teman AMPPY. Kami kaji dan dalami dulu kasusnya. Nanti akan segera kami kabari untuk pertemuan selanjutnya,” kata Jaka.  (Fadholy)

 

 

 


share on: