Dua Penjual Miras Dihukum Denda Rp 2,5 Juta

share on:
Dua terdakwa mendengarkan vonis hakim tunggal PN Sleman, Jumat (20/3/2020) || Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dua terdakwa penjual minuman keras (miras), M Randi dan Giyanto diganjar hukuman denda masing-masing Rp 2,5 juta atau subsider kurungan 2 bulan oleh hakim tunggal Siswi Rumber Wigati SH dalam sidang di PN Sleman, Jumat (20/3/2020).

Hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Perda Nomor 2 Tahun 2017. Atas vonis tersebut, kedua terdakwa memilih membayar denda, sehingga tidak menjalani hukuman kurungan.

Di persidangan terungkap, kedua terdakwa ditangkap petudas Satpol PP DIY pada 5 Maret 2020 di Jalan Kaliurang. Penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan penyelidkan berdasarkan informasi dari masyarakat beberapa saat sebelumnya bahwa terdakwa sering menjual miras.

Dari tangan terdakwa disita 113 botol miras beragam jenis yang semula disimpan di dalam ras rangsel di rumahnya. Sebagian lagi di dalam jok sepeda motor.

Sementara itu dua orang penyidik dari Satpol PP DIY, Ibnu dan Ineke seusai sidang pada yogyapos.com mengungkapkan, minuman keras tersebut tidakk boleh dijual sembarangan di tempat umum serta di rumah, pemukiman umum, toko klontong, dekat tempat ibadah serta tempat pendidikan.

“Terdakwa tidak punya izin menguasai dan memperdagangkan miras. Karenannya kami proses secara hukum karena melanggar perda,” kata Ineke.

Ineke juga menyatakan razia miras dilakukan terkait dengan kebijakan Pemerintah Daerah dalam mengantisipasi maraknya aksi klitih yang akhir-akhir ini meresahkan masyarakat, karena disinyalir pemicu klitih salah satunya adalah akibat pelaku mengonsumsi miras.(Agn)

 

 


share on: