Dua Pelaku Mutilasi terhadap Mahasiswa UMY Divonis Mati

share on:
Suasana sidang kasus mutilasi dengan agenda pembacaan vonis mati oleh majelis hakim PN Sleman, Kamis (29/2/2024) || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) – Waliyin dan Ridduan, terdakwa pelaku mutilasi terhadap mahasiswa UMY Redho Tri Agustin, akhirnya divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (29/2/2024).

Majelis hakim menilai kedua terdakwa terbukti secara bersama-sama melakukan pembunuhan berencana disertai multilasi sebagaimana diancam dalam Pasal 340 KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. Vonis hukuman mati ini sesuai tuntuttan Jaksa Penuntut Hanifah SH yang dibacakan sebelumnya.

BACA JUGA: Dr Syahganda Nainggolan: Surya Paloh Harus Pimpin Gerakan Angket Melalui Nasdem di DPR

Menangagapi vonis tersebut, penasehat hukum terdakwa Sri Kayani SH menyatakan pikir-pikir. “Kami sudah berunding dengan terdakwa untuk banding atau tidak,” kata Karyati pada seusai sidang. 

Kedua terdakwa konsultasi dengan tim pengacaranya usai divonis mati || YP-Agung DP

Sementara itu, Kuasa Hukum keluarga korban La Ode M Rafiud SH mengungkapkan sangat mengapresiasi tuntutan jaksa maupun putusan hakim. Keluarga korban sejak awal meminta supaya mereka dihukum mati biar merasakan juga walaupun itu tidak mengahapus luka yang dirasakan oleh keluarga korban.

BACA JUGA: Tolak Pemilu Curang! Tokoh Masyarakat dan Emak-emak Garda Peduli Bangsa Geduruk KPU DIY

“Sejak awal persidangan keluarga korban meminta mereka terdakwa dihukum mati, meskipun hukuman mati tersebut tidak dapat mengembalikan nyawa korban,” tegas La Ode M Rafiud.

Dalam amar putusan hakim terungkap, kasus pembunuhan terjadi pada 9 Juli2023, di tempat kost terdakwa, Padukuhan Krapyak, Triharjo, Sleman. Bermula dari kontak via grup medsos, kemudian dilakukan jumpa darat. Waliyin menjemput Riduan dari Jakarta kemudian mengajaknya ke kost yang didalamnya sudah ada korban.

Saat pertemuan bertiga itulah terjadi kekerasan yang tidak wajar. Korban tewas, selanjutnya dilakukan mutilasi oleh kedua terdakwa. Bagian tubuh korban dibuang secara terpisah ke sejumlah tempat di wilayah Sleman. Maksud membuang bagian tubuh korban itu untuk menghilangkan jejak kejahatan. Bagian tubuh korban itulah yang sempat menggerkan masyarakat setelah ditemukan oleh warga yang kebetulan sedang memancing ikan.

Dari hasil penemuan bagian tubuh itu polisi kemudian melakukan serangkaian penyeidikan, hingga berhasil meringkus kedua terdakwa pada beberapa hari kemudian.(Agn) 


share on: