Yogyapos.com (GUNUNGKIDUL) - Seleksi pamong Kalurahan Songbanyu, Girisubo, Gunungkidul dijamin tidak ada permainan uang karena prosesnya diawasi dari Tim Pengawas dari Kapanewon, Kepolisian, TNI, Linmas, Lurah dan Pengawas lainnya dari unsur-unsur masyarakat. Pengawasan ketat itu dimulai sejak pembentukan Panitia hingga pembentukan Tim Penguji.
“Penewu, Kapolsek, Danramil, Linmas mengawasi Tim Penguji membuat soal yang dikarantina selama semalam sampai proses seleksi berakhir. Sehingga tidak ada celah akan membocorkan soal kepada para peserta ujian. Sedangkan tim penguji yang berjumlah 5 orang, ditunjuk oleh Lurah Songbanyu, hanya beberapa jam sebelum dikukuhkan dan mereka langsung dikarantina,” kata Penewu Kapanewon Girisubo, Slamet Winarno SSos dalam sambutannya saat Pelantikan serta Pengambilan Sumpah Danarta dan Dukuh, di Balai Kelurahan Songbanyu, Rabu (9/11/2022) sore. Dua orang terlantik, masing-masing Agus Budiyarto sebagai Danarto Kalurahan Songbanyu dan Suyut Ardiyanto sebagai Dukuh Gebangsari.
Dikatakan Penewu Slamet Winarno, pengawasan yang ekstra ketat ini dilakukan mengingat Lurah Songbanyu Giyarno, baru sekali ini melakukan rekruitmen pamong kalurahan. Selain itu, rekruitmen yang bersih, transparan hendaknya menjadi upaya yang baik bagi pamong agar nantinya bisa bekerja dengan maksimal, tidak terbebani hutang dan lain sebagainya di saat menjabat nanti.
“Sehingga nanti para pamong bisa bekerja dengan optimal,” ujar Penewu.
Penewu juga berpesan kepada pamong terlantik dan pamong lainnya, agar bisa hidup sederhana, tidak hedonis, tidak bermewah-mewahan.
“Kalau pengin kaya jangan menjadi pamong, kecuali memang memiliki harta warisan,” tukasnya.
Sementara itu, Lurah Kalurahan Songbanyu, Giyarno, berpesan agar para pamong terlantik agar bisa menjaga soliditas antar pamong, kompak, kalau tidak tahu bertanya kepada yang lebih senior, serta memiliki semangat belajar yang tinggi.
“Apalagi sekarang ini era teknologi informasi. Pelayanan masyarakat berbasis digital sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Kuncinya, kita harus selalu belajar dan saya yakin yang lolos ujian ini memang betul-betul mampu,” ujarnya.
Seleksi Danarto ini diikuti oleh 9 orang peserta, sedangkan seleksi dukuh Padukuhan Gebangsari diikuti oleh 2 orang peserta. Dari Sembilan orang peserta ujian Danarto itu, Agus Budiyarto mendapatkan nilai tertinggi dan Suyut Ardiyanto mendapatkan nilai tertinggi untuk seleksi Dukuh Gebangsari.
Sementara itu Ketua Panitia Seleksi Pamong Kalurahan Songbanyu, Dwianto dan Ketua Tim Penguji, Sarwanto H Swarso, merasa puas dengan hasil rekruitmen pamong ini karena dijalankan dengan sebaik mungkin dan sesuai aturan yang berlaku.
“Kekompakan, kerja keras panitia dan semua yang terlibat dalam kegiatan ini, semoga bisa dilakukan untuk kegiatan-kegiatan kalurahan yang akan dating,” ujar Dwianto. (Ato)
