Dr (Cand) Rohmidi: Mengamankan Terduga Pencuri Sepeda Malah Jadi Terdakwa

share on:
Rohmidi menunjukan bukti atensi warga terhadap terdakwa || YP-Ismet

Yogyapos.com (SLEMAN) - Puluhan warga Gerasan, Glondong, Klaten Selatan menemui Advokat Dr (Cand) Rohmidi Srikusuma SH MH di Skretariat DPD Federasi Advokat RI (Ferari) DIY, di Jalan Ace Dabag, Condongcatur, Sleman, Rabu (23/12/2020) sore.

Kedatangan mereka untuk memberikan support kepada advokat senior tersebur untuk melakukan pembelaan dua warga Getasan, Rohmat Widodo (37) dan Sapto Widyanarko (34) yang dituduh melakukan pengeroyokan terhadap Yniadi Isnianto alias Londo (27).

Dalam sidang di PN Klaten, Selasa (22/12/2020), kedua terdakwa dinyatakan oleh jaksa penuntut umum Anik Dwi Astuti SH telah terbukti melakukan pengeroyokan dan dengan hukuman penjara 6 bulan.

Jaksa menyatakan, perbuatan terdakwa terbukti sesuai dakwaan primer melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP. Peristiwa pengeroyokan terjadi pada 26 Januari 2019 Pukul 23.30. Ketika itu korban Londo bersama rekannya sedang memancing ikan, diminta tolong membeli rokok. Karena tidak ada kendaraan, maka dia meminjam sepeda gunung milik warga. Di perjalanan dia dicegat kedua terdakwa dan dianiaya hingga mengalami luka.

Berbeda dengan jaksa, warga menyatakan kedua terdakwa tidak bersalah. Mereka justru dianggap berjasa mengamankan kampungnya dari pencurian, dan karenanya diberikan atensi.

Hal ini juga yang rencananya akan diungkap Rohmidi Srikusuma melalui pledoi. Sebab menurutnya sesuai fakta persidangan, yang dilakukan terdakwa saat malam peristiwa adalah justru melakukan pengamanan. Mereka pada malam itu mengetahui Londo keluar dari rumah warga mengendarai sepeda gunung.

Peristiwa itu diklarifikasi kepada pemilik sepeda motor, yang ternyata menyatakan tidak pernah meminjamkan sepeda motornya. Kemudian terdakwa segera mengejar Londo. Saat ditegur, yang bersangkutan malah tancap pedal.

Dalam pengejaran itu terdakwa menendang sepeda, sehingga Londo terjatuh tapi tetap kabur meninggalkan sepeda. Saat itulah muncul dua remaja mengendarai motor berhenti menanyakan tentang gerangan apa yang terjadi.

Terdakwa menjawab, terjadi pencurian. Kedua remaja tersebut kemudian berhasil mengejar dan menangkap Londo sembari melakukan pemukulan.

“Klien kami tidak mengeroyok atau pun menganiaya Londo. Mereka memang sempat menendang sepeda yang dilajukan Londo hingga jatuh itu merupakan pencurian berdasarkan hasil klarifikasi pemilik sepeda,” terang Rohmidi, sangat menyesalkan dakwaan jaksa.

Rohmidi menyatakan, menjadikan kliennya sebagai terdakwa merupakan kriminalisasi. “Saya katakan ini kriminalisasi. Klien kami melakukan pengamanan pencuri sepeda pada tengah malam. Mereka tidak menganiaya. Bahkan kalau pun terbukti menganiaya misalnya, itu tidak sepatutnya dihukum sesuai Pasal 59 KUHP. Konteknya mereka mengamankan barang orang dari aksi kejahatan yang ketika itu pelakunya mencoba kabur,” paparnya.

Sementara Susi Handayani isteri dari terdakwa Sapto Widyanarko (34) dan Siswanti isteri Rohmat Widodo, berharap kepada advokat Rohmidi agar sanggup melakukan pembelaan maksimal sehingga suami mereka bisa dibebaskan.

“Suami saya orang baik. Waktu itu habis pulang kerja mengetahui ada orang keluar dari halaman rumah mengayuh sepeda. Lalu mengejarnya. Suami saya orang baik, tidak menganiaya,” ujarnya. (Met/Opo)

 


share on: