DKUKMP Dorong UKM untuk Pemulihan perekonomian di Masa Pandemi Covid-19

share on:
Helmi Jamharis (kedua dari kanan) saat memberikan keterangan pers || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Kabupaten Bantul,  bertekad mendorong memerankan Usaha Kecil dan Menegah (UKM) sebagai salah satu upaya untuk pemulihan perekonomian di masa Pandemi Covid-19.

"Di tengah-tengah tugas pelayanan untuk melindungi UKM yang sangat terkena dampak pandemi Covid-19, maka kami kerja ekstra keras melakukan optimalisasi tethadapnya,” kata Kepala DKUKMP Bantul, Agus Sulistiyana saat mendampingi Sekda Bantul Helmi Jamharis memberikan keterangan pers tentang pengoptimalan UKM, di Bantul, Kamis (3/9/2020).

Menurut Agus, yang dilakukan olehnya secara menyeluruh. Ini diantaranya meliputi  memberikan pendampingan, konsultasi, pemberdayaan, penguatan dan  fasiltas permodalan, kemitraan maupun pasar. 

Itu semua merupakan sebagai upaya perwujudan semangat ‘Sedengkul’ (senang dengan produk Bantul). Selain itu juga sebagai perisai Pemerintah Kabupaten Bantul untuk pemberdayaan masyarakat umumnya dan UKM dan kopersi khususnya.

Selain itu, tugas pelayanan yang sangat ekstra saat ini adalah menyukseskan program Banpres Produk untuk UKM (BPUM). Ini meliputi mendata dan memvalidasi untuk mengurangi yang dobel lewat NIK dan melengkapi nomor HP. Langkah selanjutnya mengirimkan data tersebut ke Kementrian Koperasi dan UKM yang semuanya membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang disiplin dan berkinerja tinggi.

"Oleh karena itu, para petugas ASN dan Pegawai kontrak yang ditugaskan untuk  mewujudkan hal itu, apabila  ada yang tidak disilpin, maka DKUKMP akan memberikan pembinaan sesuai dengan kewenangannya,” tambah Agus Si Sulistiyana.

Saat ini, papar dia, tentang fasilitas pendataan UKM yang sudah dikirim oleh DKUMP ke Kementrian Koperqsi dan UKM Bantul, dalam salama program BPUM ada sekitar 47.691 UKM. Data itu nantinya akan diverifikasi sesuai dengan  persyaratan dari kementeian.

Sementara itu, Sekda Bantul, Helmi Jamharis mengatakan, jumlah PHL (Tenaga Kontrak) di lingkungan Setda Bantul ada sekitar 1.800 personil. Tenaga yang sebagaj Apararur Sipil Negara (ASN) ada sekitar 11.000.

"Mereka semua akan diupayakan agar lebih bisa diberdayakan untuk pemulihan perekonomian dan lainnya untuk Kabupaten Bantul,” kata Helmi Jamharis.

Helmi menambahkan, pemuilihan kembali di berbagai sektor di Bantul sangatlah diperlukan dan membutuhkan peran semua pihak. (Supardi)

 


share on: