D'Kenthos Coffee, Inovasi Monuman Berbahan Dasar Limbah Biji Salak Bakal Menambah Ikon Sleman

share on:
Launching D'Kenthos Coffee, Selasa (21/11/2023) || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - D'Kenthos Coffee, usaha minuman dengan bahan baku utama limbah biji salak, dilaunching oleh Bupati Sleman Kustini, Selasa (21/11/2023).

Launching D’Kenthos Cofee yang diinisiasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Kemiri Edum, Purwobinangun, Pakem mendapat sambutan hangat masyarakat. Karena diharapkan bisa menambah ikon bagi Sleman.

BACA JUGA: 1.202 Pekerja Pabrik Rokok PT Mitra Adi Jaya Peroleh BLT Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau

Kustini mengatakan Pemkab Sleman berkomitmen mendukung berbagai inovasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Ia juga mengapresiasi inisiasi yang dilakukan KWT Kemiri Edum yang bekerja sama dengan Pemkab Sleman dan UGM sehingga dapat memanfaatkan limbah biji salak menjadi produk nilai jual.

“Saya  berharap inovasi olahan biji salak yang dilakukan KWT Kemiri Edum bisa menjadi motivasi bagi seluruh KWT dibawa binaan DPPP Sleman untuk meningkatkan kreativitas dalam menciptakan inovasi produk UMKM di Sleman,” harapnya.

BACA JUGA: Satlantas Polres Bantul Lakukan Sosialisasi, Kereta Kelinci Kebanyakan Tak Sesuai Spek

Ketua KWT Kemiri Edum, Rini menjelaskan inovasi pengolahan biji salak menjadi kopi ini didasari fakta bahwa limbah biji salak belum termanfaatkan secara optimal. Ia menilai selama ini inovasi pengolahan salak hanya dilakukan untuk buahnya. 

 

Launching dimeriahkan tari tradisi || YP-Ist

“KWT Kemiri Edum sendiri memiliki berbagai produk olahan makanan dari buah salak, namun selama ini limbah bijinya tidak terpakai. Maka konsep utama dari D'Kenthos Coffee ini adalah zero waste dengan memanfaatkan limbah biji salak dari produksi olahan buah salak menjadi produk lain yang memiliki nilai jual,” jelasnya. 

Dalam prosesnya, KWT Kemiri Edum bekerjasama dengan Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM terkait pembinaan pengolahan limbah biji salak. Pada tahun 2023 ini Tim  FTP UGM mendapatkan dukungan bantuan dana penelitian terapan dari Bappeda Sleman sebesar Rp 50 juta untuk pembiayaan riset penguatan bisnis cafe pedesaan berbasis kopi biji salak sebagai local resource yang berkelanjutan.

BACA JUGA: 11 Pelaku Usaha Besar Jalin Kemitraan dengan 63 UMKM

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan KWT kelas pemula. Pengukuhan ditandai dengan penyerahan sertifikat KWT oleh Bupati Sleman kepada tiga perwakilan KWT kelas pemula yaitu KWT Tuwuh Berdikari, KWT Pring Gading, dan KWT Cempaka Mulya. KWT Kemiri Edum ini merupakan salah satu Binaan Dinas Pertanian, Pengan dan Perikanan (DPPP) Slemanini bergerak dalam bidang di Industrian makanan minuman hasil pertanian. (*/Agn)

 


share on: