Dituduh Menyuruh Memalsu Nilai Ijazah, Terdakwa Nyatakan Ajukan Eksepsi

share on:
Tim Pengacara terdakwa menyatakan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan Jaksa || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - Setelah mengalami penundaan pada dua pekan sebelumnya, Pengadilan Negeri (PN) Sleman kembali menggelar sidang dugaan pemalsuan keterangan ke dalam akta atas nama terdakwa Spt (40), karyaean Yogya Independent School (YIS), Selasa (27/7/2021).

Sidang dengan agenda pembacaan surat dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum Siti Murharjanti SH ini dipimpin hakim ketua Adi Satrija Nugroho SH, yang dalam dakwaannya mengungkapkan peristiwa pemalsuan itu bermula ketika menjelang kelulusan siswa angkatan 2015/2016 belum ada nilai untuk mata pelajaran Budi Pekerti, PPKN dan Agama. Termasuk nilai untuk Adelia Monique Kirana Ebener yang tak lain anak dari pelapor Erika.

Menurut jaksa, terdakwa yang saat itu menjabat Bendahara menyuruh seorang Staf bernama Anna Indah Silvia untuk mebubuhkan nilai 80 di masing-masing mata pelajaran tersebut.

“Perbuatan terdakwa melanggar pasal 266 ayat 1 KUHP,” tegas Jaksa.

Menangkapi surat dakwaan jaksa, tim pengacara terdakwa Odie Hudiyanto SH dan Anton Bayu Samudera SH menyatakan akan memberikan mengajukan eksipnya pada sidang mendatang.

“Kami akan mengajukan eksepsi,” katanya kepada wartawan usai sidang. Sebetulnya, kata Odie, kejaksaan tahu disini tidak ada unsur pemalsuannya. Bahkan Ombusman juga telah memberikan rekomendasi bahwa tidak ada pelanggaran oleh YIS. Disamping itu ijazah tersebut telah digunakan juga oleh pelapor Erika untuk memindahkan anaknya ke sekolah lain. Sehingga sebenarnya tidak ada masalah. (Agn/Met) 

 

 


share on: