Dituduh Menganiaya Usai Lakalantas, Tim Pengacara Terdakwa Akan Mencermati Saksi-Saksi

share on:
Tim pengacara terdakwa Arfian Indrianto SH (tengah) diapit rekannya, Muhammad Ulinnuha SH dan Luki Iswayono SH || YP-Agung Dwi Purwanto

Yogyapos.com (SLEMAN) - PN Sleman menggelar sidang perdana secara virtual kasus pemganiayaan atas nama terdakwa Ggb, Selasa (14/9). Sidang dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penunutut Umum(Jpu) Basaria Marpaung SH digelar majelis diketuai Popi SH.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, penganiayan dilakukan terdakwa setelah terlibat kecelakaan lalu lintas pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020  sekitar pukul 00.10 WIB.

Sebelum korban Febri Setiawan dan saksi korban Eka Jurdam terlibat kecelakasn lalu lintas dengan Rifai dan Banu Sutikno di lampu merah Ngasem Ngaglik. Kemudian datang dua orang petugas kepolisian Polsek Ngaglik mengendarai mobil patroli. Selanjutnya korban dan saksi korban ditemani saksi lain dan juga Ggb (terdakwa).

Saat menuju ke rumah sakit Panti Nugroho, terdakwa Ggb memukul saksi korban Febri Setiawan dengan tangan kosong mengepal sebanyak 4 kali mengenai kepala bagian belakang.

Sesampai di buk (jembatan) Bengkong korban dipukul lagi sebanyak 3 kali. Pemukulan juga dilakukan lagi sebanyak 4 kali menggunakan sandal japit saat mereka sampai di depan Yakkum. Pemukulan berlanjut sebanyak 2 kali ketika tiba di Dusun Degolan. Kali ini mengenai kepala dan mata sebelah kanan yang mengakibatkan korban mengalami luka dan rasa sakit ditambah akibat kecelakaan sebelumnya, sebagaimana visum et refertum Nomor: 001.AL.RSPN 2021,tanggal 13 Februari 2021 yang dibuat oleh dr Maria Alethea Setianastiti dokter pada RS Panti Nugroho.

Menurut Jaksa perbuatan terdakwa melanggar Pasal 351 ayat 1 KUHP. Dalam kasus ini terdakwa didampingi tim pengacaranya Arfian Indrianto SH, Muhammad Ulinnuha SH dan Luki Iswayono SH.

"Itu baru dakwaan. Kami tentu nantianya akan mencemati proses sidang. Terutama pemeriksaan saksi-saksi, apakah luka korban akibat lakalantas atau memang benr-benar dipukul terdakwa. Semua masih harus dibuktikan," ujar Arfian usai sidang. (Agn) 

 


share on: