Disparta Bantul Arahkan Pengembangan Destinasi Wisata Bermuatan Ekonomi Kreatif

share on:
Pesona Taman Ingas di Jalan Kwasen Srimartani, Piyungan, Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Pariwisata (Diparta) Kabupaten Bantul mengarahkan pengelola destinasi wisata untuk mengedepankan aspek ekonomi kreatif. Selain itu segala aspek penunjangnya juga harus diperhatikan secara seksama,

“Aspek ekonomi kreatif itu perlu. Tapi juga harus ditunjang faktor kesehatan, keamanan keselamatan yang menjadi pertimbangan dalam menentukan pilihan dan tujuan wisata bagi wisatawan dan pengelolanya,” ungkap Kepala Diparta Bantul, Kwintarto Heru Prabowo saat ekpose Taman Ingas dan Sosialisasi CHSE (Cleanliness Health, Safety & Environmental  Suatainability) Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Destinasi Wisata Taman Ingas Jalan Kwasen Srimartani Piyungan Bantul, Rabu (17/3/2021).

Kwintarto mengatakan, sosalisasi CHSE sekaligus digelar dalam rangka menunjang kegiatan usaha wisata  bagaimana pelaku wisata di Taman Ingas dan yang lainnya. Ini tujuannya juga agar pariwisata tetap berjalan mentaati protokoler kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Pengembangan pariwisata harus memperhatikan dan membangun semua aspek pariwisata dan ekonomi kreatif untuk  menuju quality tourism yang merupakan paradigma baru di era pandemi.

“Dalam hal ini majunya pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungannya saja, namun juga dari kualitas kunjungan dan pelayanan yang diberikan,” kata Kwintarto.

Sementarsla itu, Ketua Pengelola Destinasi Wisata Taman Inggas, Mudzofar, di sela kegiatan ini, menyatakan, destinasi wisata ini mulai ada pada Oktober 2021. 

“Asal mulanya saat pandemi Covid -19 banyak anak yang terpaksa tak masuk sekolah dan jenuh di rumah. Untuk menghilangkan kejenuhanya, mereka berkumpul belajar sambil bermain di tempat ini. Suatu. ketika.di tempat inj  juga.ada kegiatan mancing bersama,” kata Mudzofar.

Dijelaskan, dengan adanya kegiatan itu akhirnya munculah pemikiran agar kebun di pinggir Kali Ungas ini dijadikan tempat wisata kuliner dan kini dijadikan destinasi wisata. (Supardi)

 

 

 

 


share on: