Disnakertrans Bantul Selesaikan Sosialisasi Proyek Padat Karya di 195 Lokasi

share on:
Sosialisasi proyek Padat Karya di Watu Gajah Rt 03 Sitimulyo Piyungan, Senin (3/2/2025) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul telah menyelesaikan sosialisasi Proyek Program Padat Karya 2025 sebanyak 195 titik Lokasi, sejak 20 hari yang lalu.

“Hari ini merupakan yang terakhir, sehingga genap kami melakukan sosialisasi selama duapuluh hari,” ujar Sekretaris Disnakertran Kabupaten Bantul, Munjahid Amrudin SIP kepada yogyapos.com, saat sosialisasi di Watu Gajah Rt 03 Sitimulyo Piyungan, Senin (3/2/2025).

Munjahid mengungkapkan, sosialisasi dilakukan oleh beberapa tim dari Dinas yang telah ditunjuk. Selain itu juga para anggota DPRD Bantul selaku nara sumbernya.

BACA JUGA: Ruas Jalan Tangisan-Blaburan Banyurejo Rusak, Diduga Imbas Alat Berat Proyek Tol

“Sosialisasi mempunyai tujuan agar masyatakat mengetahui dan tidak ada mis komunikasi dan lancar dalam pengerjaanya sesuai ketentuan,” jelasnya.

Setiap titik lokasi nilai anggaranya Rp 100 juta, diambilkan dari APBN. Pengerjaanya menerjunkan tenaga kerja sebanyak 26 orang. Mereka adalah warga setempat. Sedangkan Tim Pengawasan 4 orang di setiap titik Lokasi, terdiri dari Dinas dan pihak terkait.

Nantinya hasil pekerjaan juga akan ditinjau dan dilakukan pengecekan dari Kejaksaan maupun Kepolisian.

BACA JUGA: Seorang Warga Ponorogo Terjatuh dari KA Gajayana, Begini Kondisinya

“Diharapkan pengerjaanya sesuai dengan ketentuanya. Masyarakat agar handarbeni (merasa memiliki) bangunan hasil Padat Karya sehingga ikut merawatnya, serta jika perlu mendukung melalui swadaya untuk pengembanganya,” tandasnya.

Anggota Fraksi PKB DPRD Bantul, Mahmudin || YP-Supardi

Droping material untuk bangunan fisik diantara berupa corblok dan yang lainya dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 15 Februari 2025. Pengecekan material pada 16 hingga 17 Februari. Sedangkan pengerjaanya selama 21 hari sejak mulai tanggal 18 Februari 2025. Per titik dikerjakan oleh 26 naker dan kesemuanya diberikan BPJS tenaga kerja agar nyaman dalam bekerja.

BACA JUGA: SMKN 1 Bantul Disatroni Maling, Uang Puluhan Juta dan Emas 40 Gram Raib

Munjahid menegaskan, hal yang juga penting diantaranya jika terjadi pengeprasan pagar, pekarangan dan pohon untuk lokasi Padat Karya, misalnya, pemilik harus membuat pernyataan kerelaanya tanpa meminta ganti rugi.

Padat Karya sendiri menurut Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sangat tepat untuk penataan lingkungan yang bersih, indah dan sehat.

Sementara itu, Anggota Fraksi PKB DPRD Bantul, Mahmudin, saat menjadi pembicara sosialisasi ini mengatakan, Bantul beberapa tahun terakhir sukses dalam melakukan proyek Padat Karya.

“Maka banyak pihak dari berbagai daerah yang melakukan studi banding tentang itu di Bantul,” tukasnya.

Menurutnya, dengan mengalokasikan dan merealisasikan anggaran Padat Karya yang cukup besar ini diharapkan mampu memberikan kemajuan wilayah di berbagai bidang diantaranya ekonomi dan pariwisata.

BACA JUGA: Dr Akhir Lusono Terima Anjangsana LSB PDM Ponorogo, Paseduluran dan Sharing Ide

“Kami bertekad untuk mempermudah warga dalam mengajukan proposal pembangunan. Pemerintah kalurahan akan dilibatkan dalam hal ini, sehingga masyarakat yang kesulitan membuat proposal akan didampingi pemerintah kalurahanya,” jelas Mahmudin.

Jika masyarakat banyak yang berhasil mengajukan proposal bantuan, harapanya Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) juga dapat bertambah besar dan memudahkan dalam membangun wilayahnya. (Spd)


share on: