Diskusi di Embung Senja: Penting bagi Bumdes Berjejaring Membangun 'Segoro'

share on:
Suasana diskusi terbatas memajukan Bumdes || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Jejaring BUMDes untuk membentuk SEGORO (Sistem Ekonomi Gotong Royong) penting dijalankan agar fungsi BUMDes dapat menjadi economic hub dari komoditas yang dihasilkan oleh berbagai sektor usaha maupun UMKM yang ada di desa untuk menyelesaikan masalah pasar yang sering menjadi kendala setelah komoditas di produksi.

Demikian disimpulkan dari diskusi di Embung Senja yang merupakan kantor Bumdes Tirtamas, Kalurahan Tirtoadi, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Sabtu (4/9/2021).

Hadir dalam pertemuan itu Aris Arif Mundayat PhD (Sosiolog UNS), Aris Yuliawan (Pendamping BUMDes Kapanewon Mlati) bersama beberapa BUMDes di Kapanewon Mlati dan Minggir. Mereka mengadakan pertemuan untuk menginisiasi langkah membentuk Sistem Ekonomi Gotong Royong yang dipelopori oleh BUMDes. Acara tersebut difasilitasi Wahjudi Djaja SS MPd selaku Direktur BUMDes Tirtamas.

Pertemuan ini merupakan lanjutan dari acara diskusi pada tanggal 15 September 2020 yang telah membahas kemungkinan untuk menjalankan ide Sistem Ekonomi Gotong Royong (SEGORO). Mendiskusikan tentang potensi membangun jejaring BUMDes sebagai strategi untuk merintis terbentuknya Sistem Ekonomi Gotong Royong (SEGORO) yang merupakan jaringan mata rantai pasok dan pasar yang saling bergotong royong. BUMDes perlu menjadi economic hub (pusat penghubung dan koordinator) dari berbagai aktivitas ekonomi yang ada di desa termasuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dengan membangun jejaring untuk kepentingan bersama dengan tidak saling bersaing. Sebaliknya, BUMDes justru saling bergotong royong dalam berbagi peran dan informasi dalam mata rantai pasok dan pasar.

Dari hasil diskusi, masing-masing BUMDes saling berbagi informasi tentang kendala dan potensi BUMDes. Kendala utama untuk menjadikan BUMDes agar berbadan hukum adalah kesulitan yang berupa urusan birokratis. Selain itu masih menghadapi kesulitan untuk mengelola komoditas unggulan di masing-masing desa namun permodalan terbatas. Berbagi informasi tersebut, BUMDes yang terlibat dalam pertemuan bersepakat untuk membangun jejaring mata rantai pasok dan pasar secara gotong royong untuk mengatasi masalah pengelolaan komoditas desa untuk dapat masuk ke dalam pasar.

BUMDes Sindu Mandiri, Kalurahan Sinduadi menyampaikan informasi bahwa telah memproses untuk dapat memiliki pasar di desanya. Pimpinan BumDes tersebut mengundang pimpinan BUMDes lain hadir untuk dapat memasarkan komoditasnya di pasar tersebut.

Sementara itu BUMDes Tirtamas telah menjalin kerjasama dengan UMKM di lima kalurahan di Kapanewon Mlati dengan menyediakan tempat untuk show room pemasaran. Sementara BUMDes Sendang Sari Kapanewon Minggir masih memikirkan strategi untuk bekerjasama dengan UMKM dan mengelola komoditas yang terdapat di desa untuk dapat masuk ke dalam pasar sekaligus menjajagi potensi sumber mata air untuk bekerjasama dengan BUMDes Sindu Mandiri guna menjadikan air kemasan.

Dari diskusi di Embung Senja, akhirnya mereka memperoleh ide untuk menyelesaikan masalah yang mereka hadapi dengan cara menggalang kekuatan berjejaring untuk membentuk SEGORO. Melalui strategi ini maka kekuatan tersebut diharapkan ke depannya akan lebih mampu mendorong gerak pengembangan dan jaringan dari BUMDes. Setelah berbagi masalah dan informasi untuk didiskusikan dan dicarikan penyelesaiannya, semua BUMDes yang hadir bersepakat untuk merintis Sistem Ekonomi Gotong Royong sebagai jalan agar BUMDes dapat mensejahterakan masyarakat. (Iud)

 


share on: