Dirut RRI: Siaran Budaya Jadi Primadona Pendengar Yogya

share on:
Dirut RRI saat memberikan sambutan || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) yang memiliki kekuatan setara dengan 205 stasiun radio, baik di dalam maupun luar negeri, tak hanya berkonsentrasi memberikan informasi dan edukasi, namun juga bertanggung jawab terhadap layanan siaran bagi masyarakat daerah. Khususnya yang berada di daerah terluar, terpencil dan garis terdepan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga.

Dirut LPP RRI M Rohanuddin, mengatakan, sedikitnya 148 juta penduduk Indonesia yang tinggal di kawasan rawan bencana. Dari beragam platform media yang ada saat ini, hanya RRI yang mampu dijangkau masyarakat pelosok.

“Kami mendorong seluruh Satker RRI mengutamakan siaran yang bermutu dan bermanfaat bagi masyarakat. Jadi praktis kalau kita analisis, pendengar atau masyarakat yang berada di tempat-tempat berbahaya dan rawan bencana, itu adalah pendengar RRI. Dengan jangkauan yang luas tersebut, RRI masih menjadi nomor satu di Tanah Air,” ujar Rohanuddin dalam sertijab Kepala LPP RRI Yogya, Anna Hafid kepada pejabat baru Danang Prabowo, Kamis (4/3/2021).

Di wilayah yang 148 juta itu (mayoritas) adalah pendengar RRI. Pendengar radio itu di Indonesia ada sekitar 75 juta, dan 45 juta di antaranya adalah pendengar RRI.

Rohanuddin menegaskan, siaran yang berkualitas dengan mengangkat keragaman budaya lokal harus menjadi ciri utama seluruh satker yang ada di LPP RRI. “Layanan siaran RRI itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, karena untuk kepentingan pencerdasan bangsa. Apa yang lalu diberikan oleh RRI? Budaya-budaya lokal. Contohnya ketoprak di RRI Yogyakarta,” sebut Rohanuddin.

Kepada Danang Prabowo, M Rohanuddin berpesan agar stasiun RRI Yogyakarta tetap mempertahankan siaran budaya yang menjadi keunggulan atau primadona bagi pendengar di Yogyakarta dengan tetap meningkat kualitas serta jangkauan siaran di era konvergensi media saat ini. (Fadholy)

 

 


share on: