Diduga Gelapkan Deviden, Oknum Pengusaha Ekspor Furnitur Segera Diperiksa Polisi

share on:
Ilustrasi || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (YOGYA) - RD (57) pengusaha sebuah perusahaan ekspor furnitur bakal diperiksa oleh petugas Polda DIY, menyusul laporan Ny Endang Riwayatin (42) atas dugaan penggelapan deviden.

Hal ini disampaikan oleh advokat Syaful Anam SH selaku penasehat hukum Ny Endang, setelah kliennya telan diperiksa oleh penyidik Polda DIY pada 29 Juli 2021. “Klien kami, Ny Endang sudah diperiksa. Sehingga paling tidak dalam waktu dekat ini terlapor juga akan dipanggil dan diperiksa,” ujarnya, Senin (2/8/2021).

Syaeful menyatakan, pelaporan dilakukan sejak Januari 2021. Karena sesuatu dan lain hal termasuk situsai Covid-19, maka baru pada 23 Juli 2021 terbit Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) oleh Polda.

“Kami maklum hal itu. Tapi tentu saja juga berharap agar proses hukum ini segera selesai,” sambungnya.

Diungkapkan, kliennya semula merupakan istri dari terlapor yang sama-sama memiliki saham di perusahaan yang didirikan dan dikelolanya sejak 2009. Mereka kemudian bercerai pada 2015. Kondisi demikian menjadikan kliennya tidak aktif meski pun memiliki hak atas keuntungan (adeviden) perusahaan.

“Sebagai pemilik saham senilai 49 persen, klien kami punya hak atas deviden senilai Rp 17 miliar. Tapi itu tidak diberikan oleh terlapor. Bahkan terlapor melakukan transfer uang Rp 7,5 miliar ke perusahaan lain tanpa izin klien kami. Padahal deviden itu seharusnya diberikan kepada 4 anaknya, tapi tidak dilakukan,” jelasnya.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK saat dikonfirmasi beberapa wartawan sebelumnya membenarkan tentang kasus tersebut. Namun belum memastikan kapan terlapor akan diperiksa.

Pihaknya hingga kini masih mengumpulkan dokumen-dokumen pendukung untuk proses berkutnya, termasuk memeriksa-saksi. “Dalam waktu dekat kami periksa saksi-saksi lain dan terlapor,” katanya.

Menanggapi hal ini, Syaeful menyatakan mempercayakan penyidik melakukan proses lebih lanjut. Tapi yang pasti phaknya sudah menyerahkan semua dokumen yang diniscayakan sebagai alat bukti. (Met/Opo)

 


share on: