Dana ZIL dan DSKL Sleman Tembus Rp 11,3 Miliar, Rakorda Tingkatkan Sinergi Antarbaznas

share on:
Pentasatrufan kepada penerima manfaat || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo menghadiri sekaligus membuka kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-DIY, di Rumah Makan Pringsewu, Sleman, Selasa (30/1/2024).

Pembukaan ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sleman dan diserahkan kepada Ketua Baznas DIY Puji Astuti. 

BACA JUGA: Dokter Gadungan Memakan Korban Manajemen PSS Sleman, Dibekuk Setelah Buron Dua Tahun

“Rakorda ini kami selenggarakan dalam rangka tasyakuran (syukuran) Milad Baznas ke-23 se DIY sekaligus silahturahmi dan menguatkan sinergi antar Baznas dengan pemerintsh Daerah,” jelas Kriswanto Kepala Baznas Sleman Kriswanto.

Ia menejelaskan kegiatan Rakorda ini merupakan agenda rutin yang diselenggarakan Baznas Kabupaten/Kota. Namun, pada pelaksanaan Rakorda kali ini, Kabupaten ditunjuk sebagai tuan rumah sekaligus menjadi puncak rangkaian Milad Baznas ke-23. 

BACA JUGA: Cak Imin Ajak Masyarakat Yogyakarta Antisipasi dan Lawan Kecurangan di Pilpres 2024

Kriswanto menyebut, dalam kegiatan yang mengusuk tajuk "Nikmat Berzakat, Tentramnya Muzakki, Bahagianya Mustahik" ini dihadiri oleh perwakilan dan Ketua Baznas Kabupaten/Kota di wilayah DIY. 

Kepada Bupati Sleman, Kriswanto juga melaporkan capaian Baznas dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Khususnya Baznas Kabupaten Sleman berhasil mengumpulkan dana ZIS dan DSKL sejumlah Rp 11,3 miliar dengan rincian Rp 1,5 miliar disalurkan untuk dana peduli Palestina serta disalurkan kepada 31.164 penerima manfaat dengan total dana Rp10,4 miliar. 

BACA JUGA: Media Massa Diminta Pertahankan Profesionalismenya dalam Meliput Pemilu 2024

Sementara itu, Bupati Kustini mengatakan Rakorda ini menjadi momen untuk Baznas meramu visi, program dan kegiatan ke depan untuk mentransformasi mindset masyarakat agar zakat tidak semata-mata dipandang sebagai “kewajiban” melainkan panggilan untuk menciptaan dunia yang lebih adil.

“Zakat bukan sekedar (pengeluaran) tetapi investasi kita dalam perubahan positif. Zakat bukan sekedar (distribusi harta) melainkan penyeimbang yang mampu merajut kembali dan mempererat tali silaturahmi,” katanya. 

BACA JUGA: NU akan Semakin Mewarnai Peradaban dan Bermaslahat

Kustini menyampaikan dukungan sepenuhnya agar Rakorda Baznas DIY dapat menjadikan zakat sebagai kekuatan yang memacarkan kebaikan ke seluruh penjuru DIY, pelosok negeri bahkan ke seluruh dunia.

Selain itu, dalam pelaksanaan Rakorda ini juga diserahkan bantuan program strategis Baznas masing-masing Kabupaten/Kota kepada dua perwakilan penerima dari masing-masing kabupaten/kota. (*/Agn)


share on: