Dampak Corona, DPUPKP Sleman Pangkas Anggaran

share on:
Kepala DPUPKP Slema Taupiq Wahyudi || Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Pemangkasan anggaran pada tingkat Pusat hingga daerah menjadi satu-satunya pilihan yang tak terelakkan, karena sebagian besar anggaran dialihkan sebagai upaya untuk mengerahkan energi untuk mengatasi pandemi Covid-19. 

Situasi serupa ditempuh oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman. Anggaran senilai Rp 414,8 miliar yang telah dipersiapkan sebelum terjadi wabah Pandemi Corona terpaksa dipangkas hampir separo.

“Semula sebelum terjadi wabah Pandemi Corona telah dianggarkan dana senilai Rp 414,8 miliar. Setelah dilakukan pemangkasan menjadi Rp 219, 2 miliar,” terang Kepala DPUPKP Slema Taupiq Wahyudi,” Kamis (15/10/2020).

Dampaknya, sejumlah paket pekerjaan yang telah dianggarkan terpaksa dibatalkan pelaksanaanya, kecuali paket pekerjaan prioritas dan yang telah dilelangkan ada pemenang sebelum merebaknya pandemi Covid-19.

“Bidang Bina Marga sebelumnya telah disiapkan sebanyak 105 paket menjadi 21 paket. Bidang Cipta Karya awalnya 65 paket menjadi 52 paket, potongan tidak terlalu banyak karena ada paket pekerjaan terkait SPAM yang  masih sangat dibutuhkan masyarakat,” rincinya.

Lebih lanjut kata dia, pada Bidang Sumber Daya Air (SDA) yang awalnya telah dipersiapkan sebanyak 195 paket pekerjaan akhirnya  dirampingkan menjadi  2 paket. 

“Namun  pada bidang SDA pada anggaran perubahan dinaikkan lagi menjadi  20 paket, hal ini diprioritaskan untuk mengantisipasi datangnya  musim penghujan,” katanya.

Penataan kawasan kumuh juga menjadi salah satu prioritas, di bawah kewenangan Bidang Perumahan, sebanyak 71 paket dipangkas menjadi sebanyak 34 paket. 

“Sedangkan pada Bidang Pendataan dan Pengawasan Bangunan hanya ada sebanyak 4 paket,” ungkapnya. (Eko Purwono)

 


share on: