Buruh Tukang Las Diduga Edarkan Pil Kuning

share on:
Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan dan tersangka || YP-Ist

Yogyapos.com (KEBUMEN) - Diduga mengedarkan pil hexymer secara ilegal, seorang buruh tukang las berinisial Bah (21), warga Desa Kedungpuji, Gombong, ditangkap jajaran Satuan Reserse Narkoba (SatResnarkoba) Polrea Kebumen .

"Kita amankan pelaku dan barang bukti berupa 2 paket pil hexymer masing-masing paket berisi 10 butir," jelas Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan didampingi Kasat Resnarkoba, AKP R Widiyanto pada konferensi pers di Mapolres, Minggu (10/5/2020).

Bah mengaku memperoleh pil kuning itu dari seseorang di Kabupaten Banyumas. Tiap satu paket dibelinya seharga Rp 25 ribu, selanjutnya dijual lagisehargaRp 50 ribu. Bisnis ilegal tersebut dilakoni Bah, sebab dirinya juga terlanjur kecanduan pil koplo.

"Keuntungan penjualannya bisa untuk membeli paket pil hexymer yang digunakan secara pribadi," ujar Kapolres Rudy.

Menurut Kapolres, Bah termasuk pecandu berat pil dewa itu, karena harus mengkonsumsi  pil hexymer setiap hari. Sekali mengkonsumsi bisasampai 10 butir bahkan lebih.

Seperti diketahui, penggunaan pil hexymer melebihi dosis pemakaian dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius bahkan berujung pada kematian. Hexymer termasuk dalam psikotropika golongan IV yang peredarannya memerlukan resep dokter, dan ditandai lambang merah. Obat yang mengandung bahan kimia trihexyphenidyl hydrochloride tersebutmerupakan obat depresi.

"Penyalahgunaan obat ini oleh sebagian remaja adalah trend keliru, secara jangka panjang sangat merugikan kesehatan," lanjut AKBP Rudy.

Karena perbuatannya,  Bah dijerat Pasal 196 Jo. Pasal 98 Ayat (2) UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp 1 miliar. (*/Muf)


share on: