Bupati Bantul Tepati Janji, Gelontorkan Dana Talangan untuk Petani Bawang Merah

share on:
Bupati Bantul Drs H Abdul halim Muslih menyerahkan dana talangan secara tunai untuk 27 petani bawang merah korban dugaan penipuan, Senin (11/10/2021) malam tadi || YP-Ist

Yogyapos.com (BANTUL) - Seperti pernah dijanjikan, para petani bawang merah Nawungan Selopamioro Imogiri yang menjadi korban dugaan penipuan, akhirnya memeroleh dana talangan dari Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih. Dana talangan tersebut murni diambilkan dari kantong pribadi bupati, bukan diambilkan dari APBD.

Dana talangan seluruhnya berjumlah 131.372.765, diserahkan tunai Abdul Halim melalui Kepala Dusun Nawungan Juriyanto dengan dihadiri para petani, di SD Nawungan, Senin (11/1/2021) malam.     

“Jika berdasarkan data dari para petani, apabila dihitung bawang merah yang tidak atau belum terbayarkan maka saya membayar itu dengan BEP Rp 6.700 per kg. Jadi jumlah uangnya sekitar Rp 151.372.765,” kata Abdul Halim Muslim. 

Abdul Halim menegaskan, pihaknya selaku Bupati tidak pernah memberikan rekomendasi kepada Sgt (58) yang mengaku dari sebuah badan hukum Mukti Mulyo Mandiri (3M) untuk bekerja sama dengan para petani. 

Ia mengelontorkan uang pribadinya untuk menalangi 27 petani itu, lebih dikarenakan ujud empati lantaran mereka adalah warga Bantul. Diharapkan dengan dana talangan tersebut bisa membantu petani untuk terus berproduksi. “Saya berharap dengan dana talangan ini panjenengan tetap berproduksi. Jangan nglokro,” pesan Abdul Halim.

Seperti berulang diberitakan, 27 petani bawang merah Selopamioro Nawungan Imogiri Bantul ini sebelumnya melakukan panen. Hasil panen kemudian dibeli oleh Sgt dari PT 3M. Tapi pembayarannya nihil alias diduga dikemplang hingga rugi hingga ratusan juta rupiah.

Berbagai upaya dilakukan diantaranya dengan mengadu ke DPRD dan Pemkab Bantul, tapi Sgt gagal memenuhi janjinya. Bahkan dalam surat klarifikasi ke Pemkab, pihaknya malah ‘nyanyi’ bahwa tidak semua bawang merah petani itu dirinya yang menjual, melainkan juga dijual oleh WH alias JM. Sehingga sekitar sepekan yang lalu petani yang merasa menjadi korban penipuan itu melapor ke Polres Bantul dengan didampingi tim pengacaranya dari PBH Projo Tamansari terdiri Noval Satriawan, Sigit Fajar Rohman SH, M Budi Darma Prasetya SH, Chirul Huda SH dan Suyanto Siregar SH.

Apakah setelah proses hukum terhadap dua terlapor Sgt dan WH ke polisi akan berlanjut pasca gelontoran dana talangan dari Bupati? Kita tunggu hasil konfirmasi berikutnya. (Spd/Met)


share on: