Buntut Cuitan Twiter, LBH PW Ansor Yogyakarta Laporkan Faizal Assegaf ke Ditkrimsus Polda DIY

share on:
Direktur LBH Ansor DIY, M Ulinnuha menunjukan bukti dugaan penghinaan yang dilakukan oleh Faizal || YP-Ismet NM Haris

Yogyapos.com (SLEMAN) – Dianggap memfitnah Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) melalui media sosial, Faizal Assegaf dilaporkan oleh PW Ansor Ansor DIY ke Ditkrimsus Polda DIY, Rabu (9/11/2022).

Direktur LBH PW Ansor DIY, M Ulinnuha SH, mewakili PW Ansor DIY mengungkapkan pelaporan dilakukan setelah pihaknya mencermati cuitan dari terlapor melalui akun twiter yang bernada tidak baik mengandung unsur ujaran kebencian. 

“Sore ini kami dari LBH Ansor mewakili dari Ketua PW Ansor kami melaporkan Faizal Assegaf melalui akun twiternya yang bernada tidak baik mengandung unsur kebencian dan berbau SARA,” tukasnya kepada sejumlah awak media usai melakukan pelaporan.

Faizal, ungkap dia, telah melakukan perbuatan yang melanggar Pasal 28 ayat 2 UU ITE tentang ujaran kebencian karena dalam Twitnya dia telah mengatakan sesuatu yang tidak baik terhadap Gus Yahya Staquf.

“Kami bawa bukti screenshot twiter terlapor yang sangat jelas menghina Gus Yaqut,” tandas Ulinnuha seraya menunjukkan bukti-bukti yang dimaksud.

Ulinnuha berharap laporan tersebut ditindaklanjuti oleh Polda DIY. Karena dari hasil pencermatannya, terlapor berulangkali menjelek-jelekan NU dan Kiai yang selama ini sangat dihormati melui dunia maya. Ujarannya menimbulkan kegaduhan.

“Bukan cuma kami, laporan yang sama juga dilakukan diberbagai daerah. Naka saatnya polisi bertindak tergas dengan memproses hukum terlapor,” pinta Ulinnuha.     

Terkait pelaporan ini, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto saat dimintai konfirmasi menyatakan masih akan mempelajari lebih dulu surat pengaduan itu. Hasil kajian tersebut akan secepatnya disampaikan kepada pengadu.

“Surat pengaduan tersebut akan dipelajari dulu untuk menentukan apakah dari bisa ditindaklanjuti dengan proses hukum atau tidak,” ujar Yuliyanto.

Sementara itu, Faizal Assegaf, sebagaimana dilansir detiknews angkat bicara usai dipolisikan buntut menyebut Ketum PBNU 'Pembenci Habaib', dengan menyatakan laporan itu diduga sebagai upaya pengalihan sidang korupsi yang menjerat Bendahara Umum PBNU Mardani Maming.

“Ini kan saya duga upaya dari Yahya Staquf dan Yaqut karena tanggal 10 November Bendahara PBNU akan disidangkan secara resmi, persidangan kasus korupsi bendahara umum PBNU Mardani Maming,” kata Faizal saat dihubungi, Selasa (8/11).

Faizal menjelaskan soal cuitannya yang menyebut Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sebagai pembenci habaib. Dia mengatakan cuitan itu berkaitan dengan pernyataan Yahya Cholil Staquf yang menyampaikan habaib sebagai pendatang di Indonesia.

“Laporan itu terkait dengan video Ketua PBNU Yahya Staquf yang mengatakan para habaib pengungsi. Kemudian saya mempertanyakan data fakta naskah akademisnya apa dasar yang menyebutkan habaib datang ke Indonesia sebagai pengungsi karena itu sebagai pelecehan dan tidak ditemukan dalam bukti-bukti otentik ya. Kemudian itu menjadi pokok pelaporan yang mereka anggap menghina,” tangkisnya seperti dilansir DetikNews, Selasa (8/11/2022).

Faizal tidak memasalahkan laporan dari GP Ansor, bahkan dirinya menyatakan kesiapannya menghadapi proses hukum dari laporan tersebut jika pelaporan itu ditindaklanjuti. (*/Met)

                                      

.

 


share on: