Bumdes Jadi Arus Besar Pembangunan

share on:
Raker Bumdan dan BPD difasilitasi Dinas PMD Sleman || YP-Wahjudi Djaja

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dari 86 desa di Kabupaten Sleman ada 61 Bumdes yang sudah berdiri itu pun belum seluruhnya mandiri dan menguntungkan. Padahal membangun desa melalui Bumdes bisa jauh lebih transparan dan bisa dipertanggungjawabkan dalam forum terbuka. Dari modal sampai keuntungan yang bisa terkumpul bisa diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, ini kesempatan bagi Bumdes di Sleman untuk meningkatkan kiprahnya.

Demikian Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Sleman yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengembangan Potensi Masyarakat Dinas, Didik Daru Suryo, saat membuka rapat kerja Bumdes dan BPD se-Sleman di RM Pringsewu (Rabu, 29/7/2020).

Permasalahannya, lanjut Didik, sering gayung tak bersambut denga pemerintah desa. "Pemerintah desa sering berat melepaskan pontensi desa yang kira-kira bisa berkembang bila dikelola Bundes. Belum lagi penyertaan modal masih kecil sehingga tak sedikit Bumdes yang mengalami kesulitan" akunya.

Ada beberapa Bumdes yang berdaya juang tetapi kurang disambut oleh pemdes. Antara pemdes dan Bumdes sering jalan sendiri-sendiri sehingga perlu sinerdi. Bahkan bila eksistensi Bumdes sudah diakui bisa menjalin sinergi dengan Bumdes yang lain untuk saling mensuport dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu Murtado (Konsultan pendamping Kemendes wilayah Yogyakarta) memaparkan tiga pilar pembangunan desa. Ketiganya adalah Bumdes, pemdes, dan BPD. "Bumdes saat ini sedang menjadi arus besar pengembangan ekonomi desa. UU Desa memang memiliki fokus untuk mendorong pembangunan desa," tandasnya.

Namun, lanjutnya, Bumdes membutuhkan suport yang riil dari BPD dan pemdes baik dalam hal pemberian kepercayaan maupun penyertaan modal. "Bundes perlu memsiapkan sumber daya manusia yang mampu dan mau. Memiliki kemampuan tanpa kemauan tak ada artinya. Sebaliknya, memiliki kemauan tanpa kemampuan hasilnya juga tidak akan maksimal,” pesannya.

Di tempat yang sama Sukasmanto (IRE Yogyakarta) menandaskan perlunya Bumdes untuk menjaga integritas dan netralitas. "Kami sedang mempersiapkan RPJM Teknokratis dengan Bappeda Sleman. Pesan kami jangan sampai politik lokal mengganggu eksistensi Bumdes", pesannya. Terkait pandemi Covid-19 pihaknya menilai sangat berpengaruh pada beragam unit kerja Bumdes. "Solusinya antara lain adalah digital marketing, misalnya dengan delivery system. Bumdes juga bisa membuka akses dengan market place. Selain itu Bumdes perlu aktif dalam memperkuat ketahanan pangan dengan menggerakkan sektor pertanian. Untuk itu, Bumdes sangat membutuhkan inovasi dan kreativitas.

Heri S dari Balai Besar Latihan Masyarakat (BBLM) memberikan tiga kunci yang harus dipahami para direktur Bumdes. Ketiganya adalah aset diri, aset jejaring, aset ekonomi. "Para direktur harus mampu menjadikan Bumdes sebagai gula. Perlu kerja keras untuk bisa membuktikan diri. Bila ditekuni maka akan banyak pihak yang datang,” harapnya.

Dua hal harus diperhatikan, yakni aset dan omset. Ada Bumdes yang kaya tetapi tidak berkembang, dalam arti tidak bisa memberdayakan masyarakat dan mengangkat kesejahteraannya karena tak menghitung aset dan omset, katanya. "Bundes itu tempat bicara bisnis, harus bicara profesionalitas dan persaingan. Disinilah pentingnya kita mengembangkan diri dengan diskusi, latihan, dan bersahabat dengan pihak lain,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Wahjudi Djaja (Direktur Bumdes Tirtamas Tirtoadi Mlati) menyampaikan program smart connection yang tengah dibangunnya. "Program ini tidak saja akan meringankan beban masyarakat yang harus belanja paket internet untuk kebutuhan sekolah dan kerja, juga membantu pemerintah desa dalam meningkatkan pelayanan dan pembangunan yang mengedepankan transparansi, kecepatan, dan keadilan" paparnya. Banyak pihak, imbuhnya, yang menawarkan beragam aplikasi atau market place, tetapi tanpa didukung ketersediaan akses internet tentu tidak akan banyak manfaatnya bagi masyarakat. "Untuk itulah Bumdes Tirtamas mencoba mengambil momentum pandemi dengan membangun smart concept berupa hotspot system internet acces gateway untuk memberi layanan internet yang murah, unlimited dan menguntungkan,” katanya yakin. (Iud)

 


share on: