Bumbu Masak Berbahan Pokok Tempe Bosok, Kenapa Tidak?

share on:
Pasutri Yushandani (50) dan Filiana (45) penemu bumbu masak berbahan pokok tempe bosok || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Memasak makanan dicampur bumbu masak kemasan pabrik yang memperolehnya dengan cara membeli adalah hal yang biasa. Tapi tidaklah lazim yang dilakukan pasangan suami istri (pasutri) Yushandani (50) dan Filiana (45), warga Gisik Rt 3 Kalipucang Bagunjiwo Kasihan Bantul. Pasutri yang juga dikenal seniman ini, justru membuat mencampur masakan dengan bumbu masak yang terbuat dari bahan alami dan tradisional yaitu tempe bosok atau semangit.

Hasil masakannya pun ternyata tak kalah nikmat dari masakan bercampur bumbu masak pabrikan yang berbahan dasar kaldu. Penggunaan bumbu masak berbahan dasar tempe bosok ini sudah dulakukannya cukup lama. Satu alasan mendasar demi kesehatan, pelestarian alam, cipta rasa dan juga ekonomis. Selain itu juga guna menghindari adanya sampah plastik yang menurut hematnya akan berefek negatif dan akhirnya mengganggu mikro garam di laut sehngga merugikan manusia.

“Kami menempuh cara ini ya karena berbagai pertimbangan itu. Mengapa kami harus ketergantungan dan secara rutin mempergunakan dan mengkonsumsi kaldu pabrikan. Toh ada cara agar bisa terhindar darinya. Yaitu bisa mempergunakan kaldu dari tempe bosok,” tutur Yoshandani dan Filiana, sambil memproduksi bumbu masak made in sendiri, di rumahnya, Minggu (30/5/2021).

Diakui, awalnya memroduksi bumbu masak berbahan tempe bosok ini hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga sejak beberapa tahun lalu. Tapi seiring berjalan waktu, sejumlah tetangga dan famili ikut merasakan kelezatannya, bahka  mendorong untuk membikin dalam jumlah banyak dan dipasarkan atau dijual.

Atas dorong itulah, ia memroduksi. Dibikin dalam bentuk kemasan seberat 2 Ons dan dijual Rp 40.000. “Alhamdulillah ternyata semakin banyak peminatnya,” aku Yoshandani.

Meskipun pihaknya agak enggan memberikan keterangan resep dan cara pembuatan kaldu (bumbu masak bahan dasar tempe bosok) ini secara detail, namun juga berkenan memberikan ‘bocoran’ bahwa prinsinya tempe bosok dan berbagai bumbu antara lai garam, bawang merah, bawang putih dan lada di tumbuk hingga lembut dan diopen (dipanasi) hingga kering dan bentuk dan rupanya menjadi seperdi kopi.

“Gini Pak. Nenek moyang kita dulu dalam memasak mempergunakan tempe bosok untuk bumbu masak. Maka saya mencobanya dan ternyata rasa dan citra rasanya hasil masakannya lebih enak dan khas. Maka kami memproduksi kaldu bentuk kering ini,” jelasnya sambil mempraktikkan.

Selain itu, pasutri ini juga membuat hamburger yang terbuat dari tempe bosok dan kaldunya juga menggunkan bumbu masak dari tempe bosok. (Supardi)

 

 

 


share on: