Budidaya Kelinci Menuju Ketahahan dan Kemandirian Pangan

share on:
Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat meninjau kandang budidaya kelinci binaan P2KB di Srandakan, Bantul || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengharapkan agar budidaya kelinci menjadi salah satu usaha perternakan untuk mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Meski pun masih banyak pula potensi lain yang bisa dijadikan sarana yang sama.

“Hemat saya, di bantul sebenarnya mempunyai banyak potensi di sektor pertanian (perternakan). Salah satunya budidaya ternak kelinci. Diharapkan potensi yang ada ini bisa digarap secara optimal oleh masyarakat dan pemerintah,” ungkap Wakil Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dalam Saresehan Budidaya Kelinci yang diselenggarakan oleh Paguyuban Pembudidaya Kelinci Bantul (P2KB), di Cagunan Srandakan, Sabtu (26/12/2020).

Abdul Halim mengungkapkan, dengan pengembangan dan mengoptimalkan budidaya kelinci, juga bisa menjadikan Bantul sebagai pemasok bibit, daging, pakan dan limbah kelinci untuk wilayah lain.

“Itu semua bisa terwujud apabila ada keseriusan dalam menggarapnya oleh masyarakat dan Pemerintah. Maka nantinnya Pemkab Bantul direncanakan akan memberikan perhatian khusus kepada budidaya kelinci,” tambah Abdul Halim.

Sementara itu, Ketua P2KB Agung Wisna Yuwana, mengungkapkan paguyuban yang dipimpinnya ini berdiri tahun 2018. Jumlah peternak yang telah tergabung setidaknya ada 220 petenak dan tidak (belum) bergabung mencapai ribuan. Sedangkan jumlah populasinya rata-rata 6.000 hingga 10.000 ekor.

“Bidang usaha yang telah ada terkait dengan kelinci yaitu hewan kelinci untuk pedaging dan hias), daging dan pakan. Bahkan di Sidomulyo Bambanglipuro ada usaha (rumah makan) menhlyediakan beraneka menu dari kelinci. Usaha ini teekait denga kelinci relatif cukup menguntungkan karena hewan, daging dan limbahnya juga laku dijual,” kata Agus.

Ia menambahkan, semua Kalurahan di Bantul (75) diharapkan terdapat kelompok Ternak Kelinci. Selama ini, untuk mengupayakan terwujudkan ternak kelinci yang baik, P2KB juga melakukan kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta terurama dalam mewujudkan hewan ternak kelinci  yang sehat terkait dengan vaksinasi.

Pada kesempatan sama, Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Yulius Sugiarto, menyatakan, usaha ternak kelinci menjanjikan dan mudah dilakukan.

“Ini tersedia modal dasarnya dan. pendukungnya yaitu lahan tersedia, pakan (rumput) mudah dan murah, caranya sederhana (praktis) dan  jenis ternakny tidak termasuk mudsh menimbulkan solusi lingkungan. Selain itu menguntungkan, karena limbahnya juga laku dijual,” kata Yulius. (Supardi)

 

 

 

 


share on: