Bu Doktor pun Mahir Bikin Telur Asin

share on:
Dr Das Salirawati MSi || YP-Ist

Yogyapos.com (SLEMAN) - Dalam kehidupan manusia sehari-hari banyak kegiatan atau hal-hal yang terkait dengan bidang kimia. Salah satunya adalah telur asin. Masyarakat Indonesia pastilah tidak asing lagi dengan jenis telur yang satu ini dan dapat dipastikan setiap orang pernah memakannya. Semua jenis telur dapat dijadikan telur asin, namun kenapa hanya telur bebek atau itik yang banyak diolah menjadi telur asin?

Dr Das Salirawati MSi dosen jurusan pendidikan kimia Fakultas MIPA UNY menjelaskan, dengan percobaan sederhana. Langkah pertama menyediakan semua jenis telur yaitu telur ayam kampung, ayam broiler, puyuh, dan bebek/itik serta cuka botol besar minimal 2 botol. Sediakan juga gelas plastik bekas air mineral sebanyak jenis telur yang disediakan. Kemudian masukkan masing-masing telur ke dalam gelas bekas air mineral tersebut dengan hati-hati agar tidak pecah. Tuang cuka ke dalam masing-masing gelas hingga seluruh bagian telur terendam. Letakkan di suatu tempat yang aman jauh dari jangkauan anak-anak, lalu amati yang terjadi setiap satu jam.

Wanita kelahiran 16 Oktober 1965 tersebut memaparkan bahwa setelah direndam cuka selama satu jam cangkang telur puyuh sudah bersih bereaksi dengan cuka, sehingga terlihat kuning telur puyuhnya. Sedangkan telur ayam broiler dan ayam kampung sekitar 5 - 6 jam sudah terlihat kuning telurnya.

“Ternyata untuk telur bebek/itik sudah 24 jam kadang-kadang belum semua terlihat kuning telurnya, hal ini menunjukkan bahwa cangkang telur bebek sangat tebal,” kata Das, Jumat (26/3/2021).

Menurutnya, secara keilmuan cangkang telur tersusun sebagian besar oleh kalsium karbonat atau CaCO3. Ketika dituangi cuka, maka CaCO3 akan bereaksi dgn cuka (CH3COOH) membentuk (CH3COO)2Ca, H2O dan gas CO2. Semakin tebal cangkang telur, maka reaksi akan berlangsung lebih lama. Hubungannya dengan telur asin adalah karena cangkang telur bebek paling tebal maka paling memungkinkan untuk dibuat menjadi telur asin, sebab kemungkinan pecahnya telur sangat kecil.

Seperti diketahui bahwa dalam pembuatan telur asin, telur itu dibungkus dengan pasta campuran abu gosok, serbuk batu bata merah, garam kasar dan tawas agar kulit telur bersih. Apabila cangkang telurnya tipis pasti banyak yang pecah terutama telur puyuh karena cangkangnya sangat tipis. Lagipula telur puyuh kandungan kolesterolnya tinggi. Oleh karena itu hanya telur bebek yang lazim dibuat telur asin.

Doktor Program Studi Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Pascasarjana UNY tersebut menegaskan, untuk membuktikan bahwa reaksi cangkang telur dengan cuka menghasilkan gas CO2, cangkang telur dibuat menjadi serbuk, lalu masukkan ke dalam tabung reaksi. Ambil cuka dan tuangkan secukupnya ke dalam balon. Pasang balon ke mulut tabung yang sudah berisi serbuk cangkang telur, segera balik balon yang berisi cuka tadi agar bercampur dgn serbuk. Biarkan beberapa saat, maka balon akan berdiri karena terisi gas CO2. 

Ibu dari Masterina Meta Sekarsarimurti dan Aji Pradipta Dwimartino tersebut berbaik hati membagi resep pembuatan telur asin rasa bawang. Diungkapkannya bahwa bahan yang diperlukan adalah 200 gram bawang putih yang telah dikupas bersih, 200 gram abu gosok halus,400 gram serbuk batu bata merah, 100 gram garam dapur, tawas dan air bersih secukupnya. Cara membuatnya, telur dicuci dengan hati-hati lalu biarkan kering.

Bawang putih dikupas, ditimbang lalu diblender dan direbus. Sambil menunggu bawang putih mendidih, siapkan ember atau wadah plastik yang sekiranya cukup untuk menempatkan 10telur. Tuang abu gosok, serbuk batu bata merah, tawas yang sudah dihaluskan kedalam wadah tersebut. Larutkan garam dalam 100 mL air lalu diaduk. Tuang kedalam wadah yang berisi adonan tadi, aduk-aduk dengan pengaduk (lebih baik dengan tangan). Bilas garam tadi dengan air lagi lalu tuangkan dalam adonan. Masukkan larutan bawang putih yang sudah dingin kedalam adonan lalu aduks ampai homogen hingga diperoleh bentuk pasta.

Buatlah lapisan pasta pada dasar wadah secara merata dan atur satu persatu telur diatas lapisan tersebut lalu tutup kembali dengan sisa pasta yang ada secara merata hingga menutupi seluruh telur. Setelah sekitar 7hari telur diambil satu persatu lalu dibersihkan dan dikukus selama ½ jam. Telur asin rasa bawang siap untuk dikonsumsi. (*/Met)

 

 

 


share on: