BPPS Sleman Gencarkan Potensi Pariwisata di Wilayah Barat

share on:
Anggota BPPS, Muhammad Ikbal Yusron saat diwawancarai jurnalis || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Potensi wisata di Sleman sisi barat belum terlalu terekspos dibandingkan Sleman sisi timur dan utara. Di sisi lain kawasan itu menyimpan potensi pariwisata yang cukup menarik untuk dikunjungi. 

Di lokasi ini terdapat kekayaan dibidang pertanian, peternakan, perikanan, dan budaya merupakan beberapa sektor unggulan yang terdapat di Sleman barat. 

BACA JUGA: Jagabaya Kalurahan Caturtunggal Dituntut Penjara 7,5 Tahun, Advokat Nofrizal akan Ajukan Pledoi

Pengembangan wisata di kawasan tersebut kini tengah digencarkan  oleh Badan Promosi Pariwisata Sleman (BPPS), salah satunya melalui program ‘Famtrip’ pada Kamis (20/6/2024).

BPPS melibatkan stakeholder terkait seperti Dinas Pariwisata, Asita, PWI, dan mahasiswa manca negara. Kegiatan kali ini mengunjungi beberapa destinasi di Kapanewon Seyegan.

BACA JUGA: Uang Palsu Rp 22 Miliar Disita dari Sebuah Villa di Sukabumi

Lokasi kunjungan pertama adalah Go Blik Farm, kandang peternakan dan industri susu kambing perah di Kurahan Kidul, Margodadi. Selanjutnya dengan menaiki kereta kelinci, rombongan diantar menuju desa wisata Grogol. Di lokasi ini, peserta famtrip diajak membuat wayang suket. Setelah itu, rombongan menuju desa wisata Cibuk Kidul untuk belajar pengelolaan sampah dan budidaya minapadi.

Peserta mahasiswa saat mengunjungi Go Blik Farm || YP-Eko Purwono

“Sebenarnya ada cukup banyak potensi di Sleman barat. Contohnya Grogol yang dikenal sebagai desa wisata budaya dan warganya sangat peduli dengan kesenian wayang. Juga ada desa wisata Cibuk Kidul yang pernah meraih penghargaan dari FAO tapi belakangan menurun aktivitasnya, sehingga sekarang dikembangkan lagi untuk minapadi dan pengolahan sampah,” ujar anggota BPPS, Muhammad Ikbal Yusron. 

BACA JUGA: Terperosok ke Selokan, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

Sedangkan Pengelola Go Blik Farm, Ratna mengungkapkan meski angka kunjungan belum terbilang tinggi, setidaknya wisata di Sleman barat sudah mulai dilirik, hampir tiap pekan ada kunjungan. 

“Biasanya outclass siswa sekolah maupun mahasiswa yang ingin belajar tentang budidaya kambing dan produksi susu. Pas padat, kunjungan pernah seminggu full,” beber Ratna. 

Di tempat ini, sebut Ratna, wisatawan juga bisa mempraktikkan langsung cara pemberian pakan, pemerahan susu hingga pemberian dot susu untuk kambing anakan termasuk disampaikan teorinya. 

“Impian kami ke depan ingin mengembangkan eduwisata,” ucapnya.

BACA JUGA: PDI Perjuangan Sleman Sembelih Dua Ekor Sapi

Sementara itu, Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid meminta kepada peserta famtrip BPPS agar bisa menjadi perpanjangan tangan untuk promosi destinasi, kuliner, dan atraksi yang ada Sleman. Hal itu sejalan dengan tagline yang diusung, Dolan Sleman Marai Tuman

“Harapannya dengan famtrip ini, potensi pariwisata di Sleman dapat dieksplor kemudian bisa jadi perpanjangan tangan. Apalagi ada tujuh mahasiswa asing yang ikut menjadi peserta,” ujar Ishadi.

Dia menekankan, pariwisata tidak sekedar soal pemasukan untuk kas daerah. Sejauh ini 30 persen PAD berasal dari pariwisata dan paling besar dari sektor hotel dan restoran. “Tapi lebih jauh dari itu, pariwisata khususnya desa wisata dikatakan berhasil jika berdampak positif terhadap perekonomian warga,” tamdasnya. 

BACA JUGA: Hadiri Peluncuran Maskot & Jingle Pilkada Yogya, Kapolresta Imbau Masyarakat Gunakan Hak Pilih

Ketua PWI Sleman Wisnu Wardhana menyambut positif kegiatan Famtrip. Menurut Wisnu, wilayah Sleman bagian barat memang masih ketinggalan untuk wisata. Padahal banyak potensi-potensi wisata yang saat ini belum tergali.

“PWI Sleman siap berkolaborasi untuk membantu mempromosikan potensi-potensi wisata tersebut,” sebut Wisnu. (Opo)


share on: