Berusaha Kabur, 2 dari 10 Tersangka Pengeroyokan di Gampingan Didor

share on:
Tersangka saat digiring ke tahanan usai jumpa pers di Mapolresta, Selasa (8/6/2021) || YP-Fadholy

Yogyapos.com (YOGYA) - Aparat Sat Reskrim Polresta Yogya meringkus 10 tersangka pengeroyokan terhadap Diki Wijayoko Warga Dukuh, hingga korban meregang nyawa. Korban ditusuk menggunakan pisau lipat, dipukul bambu, dihantam botol miras. Korban pun tersungkur bersimbah darah.

Kasat Rekrim Kompol Riko Sanjaya menjelaskan, setelah mengumpulkan informasi dari saksi di TKP pihaknya meringkus para tersangka. Ada yang sempat kabur saat penangkapan, pihaknya terpaksa melumpuhkan dengan tembakan.

“Waktu kejadian pada Kamis 03 Juni 2021, sekitar pukul 00.30 di Jl Amri Yahya Wirobrajan. Para tersangka kami amankan di Mapolresta,” ujar Kompol Riko dalam rilis Selasa (8/6/2021).

Pada Jumat 4 Juni pukul 22:00 didapat informasi bahwa salah satu tersangka berinisial T berhasil ditangkap. Lalu pada Sabtu 5 Juni berhasil mengamakan BA. Lantaran melakukan perlawanan terhadap petugas, T dan BA didor oleh polisi.

Kejadian bermula dari cekceok antara saksi Tofa dan tersangka Gonteng. Pada Rabu, 02 Juni Pukul 22.00 WIB antara saksi Tofa dengan SI alias Gonteng ada permasalahan Bugisan depan SMKI Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul. Selanjutnya mereka meunju ke kampung Gampingan. Di lokasi, sudah ada 9 pelaku pengeroyokan.

Lalu saksi Tofa menjemput dan mengajak korban. Tiba-tiba salah satu tersangka menganiaya korban menggunakan pisau lipat, selanjutnya korban dan saksi berlari ke Selatan arah pasar Serangan tetapi korban dapat dikejar lalu dikeroyok oleh para pelaku.

Kompol Riko melanjutkan, para tersangka tersebut diduga melakukan tindak pidan kekerasan terhadap orang dimuka umum yang menyebabkan matinya orang, Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUH Pidana atau Pasal 170 ayat (2) ke 3e KUH Pidana. Pasal 338 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 15 (Limabelas) Tahun Pasal 170 ayat (2) ke 3e dengan ancaman hukuman 12 (duabelas) Tahun

Kanit Jatanras Iptu Dodik Kurniawan menambahkan, 10 tersangka yakni TOD alias Tebo (23) berperan memukul korban dengan botol minuman keras dan bambu.

“Semua berbagi peran. BAS alias Ndobleh (20) melempar botol ke arah korban dan mengenai kepala kiri korban. Kemudian memukul korban dengan botol minuman keras yang mengenai punggung. MNS alias Joko umur 22 tahun, memukul korban dengan bambu mengenai punggung dan kepala,” jelas Iptu Dodik.

Selanjutnya SYT alias Pace beperan memukul punggung korban dengan bambu dan juga batu. SHBS berperan memukul korban dengan bambu. Sedangkan PIS atau Ican memukul dengan tangan kosong, kemudian melempar dengan batu juga botol minuman kosong.

BL alias Ujang (25) memukul korban dengan tongkat besi hingga akhirnya tongkat terlepas lalu memukul dengan bambu. CPJ alias Pintot (21) melempar korban dengan botol minuman keras. KAR alias Kholis (22) berperan menyayatkan pisau ke tangan korban dan menusuk perut bagian kiri satu kali dan punggung sebanyak tiga kali. Terakhir adalah tersangka berinisial SI alias Gonteng yang sejak awal memiliki permasalahan dengan saksi T.

Tersangka memiliki peran menusuk dengan tangan kanan menggunakan pisau dapur ke arah tubuh belakang korban hingga akhirnya jatuh tersungkur. Karena tusukan yang terlalu dalam hingga mengenai paru-paru. Nyawa korban tak berhasil diselamatkan.

Lanjut Iptu Dodik, pihaknya mengamankan satu buah stik yang terbuat dari besi beberapa buah batu, sepasang sendal milik pelaku K, sepasang sandal korban, baberapa botol miras. “Sebilah pisau lipat dan pisau dapur masih kami cari. Informasinya dibuang ke Sungai Winongo,” imbuhnya. (Dol)


share on: