Beri Dukungan Moril, Dandim Yogya Kunjungi Penderita Stunting

share on:
Dandim Letkol Inf Arif Harianto saat berkunjung ke rumah keluarga yang memiliki anak penderita stunting, Senin (26/9/2022) || YP-Ist

Yogyapos.com (YOGYA) - Komandan Kodim 0734/Kota Yogyakarta Letkol Inf Arif Harianto didampingi Ketua Persit KCK Cabang XXXIV Dim 0734 Kota Yogyakarta Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro Ny Iin Arif Harianto mengunjungi beberapa anak yang menderita stunting, Senin (26/9/2022).

Kunjungan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian, dukungan serta komitmen TNI AD khususnya Kodim 0734/Kota Yogyakarta dalam penanganan terhadap masalah stunting di Kota Yogyakarta, 

Kedatangan Dandim beserta rombongan bertujuan untuk mengetahui secara langsung kondisi anak penderita stunting serta memberi moril dan santunan kepada keluarganya dengan cara mendatangi rumah penderita secara langsung di wilayah Kota Yogyakarta.

Letkol Inf Arif Harianto mengatakan, pemberian bantuan tersebut adalah wujud kepedulian TNI AD dan salah satu tindak lanjut perintah dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting.

“Stunting ini adalah program nasional untuk menurunkan angka stunting secara nasional yang perlu kita sukseskan bersama, baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Dan ini merupakan salah satu bentuk turut peduli membantu masyarakat khususnya di wilayah teritorial Kodim 0734/Kota Yogyakarta,” tutur Dandim.

Dandim juga berpesan kepada Babinsa di wilayah untuk terus memantau warganya serta memberikan dukungan moril serta semangat kepada keluarga yang anaknya terdampak stunting.

“Terus pantau anak penderita stunting dan himbau agar mereka tetap memperhatikan dan memberikan perhatian secara khusus kepada anak mereka, terutama masalah perkembangan anak dengan asupan gizi yang baik,” pesan Dandim kepada Babinsa.

Selain memberikan motivasi dan sosialisasi kepada orang tua penderita stunting, Dandim juga memberikan bingkisan kepada keluarga terdampak stunting berupa beras 5 Kg, susu Dancow 1 pcs dan telur 1 Kg.

“Jangan dilihat nilainya tetapi lihat manfaatnya, ini merupakan bentuk perhatian dan kasih sayang dari kami antar sesama,” ucap Dandim kepada warga yang anaknya menderita stunting.

Seperti diketahui, stunting merupakan kondisi kekurangan gizi kronis pada anak yang mempengaruhi tumbuh kembang dan kecerdasan si anak. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir, akan tetapi kondisi stunting baru akan kelihatan saat usia anak sekitar 2 tahun lebih. (*)

 


share on: