Yogyapos.com (SLEMAN) - Dalam rangka memupuk minat baca masyarakat, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman menggelar bedah buku 'Guyup Rukun Ayem Tentrem', di Rumah Makan Moelih nDeso Denokan, Maguwoharjo, Depok, Senin, (5 /5/2025).
Bedah buku dimoderatori Rika Hardiana SIP, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman.
BACA JUGA: Masuk PTN Lewat Pintu Belakang: Lelah Belajar, Kalah oleh Kecurangan
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengelolaan Perpustakaan Christiana Rini Puspitasari SP MSi menyampaikan, Keluarga yang Guyub Rukun Ayem Tentrem memiliki komitmen, penghargaan, waktu bersama yang memadai, komunikasi yang bagus, saling berbagi, punya ketertarikan yang sama, saling membantu dan bekerjasama.
BACA JUGA: Bryan Minta Bantuan Pemkab, Sertipikat Tanah 2.275 M Beralih ke Orang Lain
Peserta bedah buku merupakan masyarakat Kabupaten Sleman khususnya warga Kalurahan Maguwoharjo, Condongcatur, dan Caturtunggal Kapanewon Depok. Warga yang mengikuti bedah buku ini, pendaftar melalui google form yang disediakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, peserta yang memiliki minat membaca sebesar 34%.
BACA JUGA: Gelar Potensi Unggulan Daerah, Semua Produk Tersertifikasi Halal
Dengan mengikuti bedah buku diharapkan peserta menjadi paham untuk hidup yang guyub rukun ayem tentrem. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan layanan perpustakaan di Kabupaten Sleman sebagai pembelajaran sepanjang hayat.
Plt Kepala Di nas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Abu Bakar SSos MSi dalam sambutannya menyampaikan terimakasih kepada para peserta. Guyub Rukun Ayem Tentrem menjadi tolak ukur di wilayah Kabupaten Sleman, dengan adanya guyub rukun ayem tentrem aktivitas masyarakat menjadi lancar dan kesejahteraan meningkat.
BACA JUGA: Vasektomi Jadi Syarat Bansos? Gus Hilmy: Bertentangan dengan Nilai Kemanusiaan
Sementara itu Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Ali Imron SPd mengungkapkan, Indonesia memiliki cita-cita tepat pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia yaitu Indonesia Emas, Indonesia menjadi negara yang makmur.
Menurutnya generasi muda di tahun 2045 mereka harus benar-benar layak menjadi para pemimpin bangsa ini.
BACA JUGA: Cafe Caritas Ketiga Resmi Hadir di Gedung Perpustakaan UAJY
"Bedah buku ini juga berkaitan dengan bagaimana membangun sumber daya manusia berawal dari fondasinya di keluarga. Betapa pentingnya fungsi keluarga da lam membangun generasi muda kita," ungkapnya.

Sedangkan penulis buku 'Guyup Rukun Ayem Tentrem' Tjahyadi Takariawan SSi Apt mengutara kan menulis buku tersebut karena terinspirasi dari banyaknya pitutur luhur yang ada di masyarakat Jawa diwujudkan dalam bentuk tembang-tembang. Diramu dari spiritualitas yang tinggi, berketuhanan dan memasukkan pesan-pesan secara sangat mendalam.
BACA JUGA: Danrem Hadiri Pembukaan TMMD Reguler ke-124 di Dusun Jlapan
Ia juga mengatakan, buku ini berisi tentang membangun pribadi guyub rukun, membangun keluarga guyub rukun ayem tentrem, guyub rukun mendidik anak, dan menjadi orang tua guyub rukun.
"Masyarakat Jawa memiliki kekayaan local wisdom (pitutur luhur) yang sangat mendalam. Nilai-nilai ini bersumber dari spiritualitas yang tinggi, berketuha nan, serta mengandung pesan-pesan kemanusiaan, kebersamaan, cinta kasih sayang, kelembutan, kehangatan, serta nilai kepahlawanan," tandasnya. (*/Agn)
