Yogyapos.com (BANTUL) - Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bantul menargetkan peroleh pendapatan sebesar Rp 9,5 Miliar pada tahun 2023 dari para pegawai selaku musakki (wajib zakat) di lingkungan Setda Bantul.
“Agar target itu dapat terpenuhi, maka dalam pengunlulan pendapatan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus dilakukan secara serius dan tertib oleh para petugasnya,” kata Ketua Baznas Kabupaten Bantul, KH Drs Damanhuri saat rakor, di Pendapa Parasamya Bantul, Senin (30/1/2023).
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-polda-diy-selenggarakan-upacara-hut-ke42-satpam-9566
Dikatakannta, target sebesar itu cukup banyak, namun juga wajar dan diharapkan dapat tercapai. Selain itu pentasarufan (pembagiannya) dan sasaran pendonasiannya juga lebih mudah.
“Asumsi tentang target itu dapat terpenuhi karena pada tahun 2022 targetnya cuma Rp 5,5 Miliar. Sedangkan realisasinya mencapai sebesar Rp 6,288 Miliar. Tahun 2023 jika digenjot pengumpulannya maka akan tercapai target,” kata Damanhuri
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-kh-damanhuri-dilantik-sebagai-ketua-baznas-bantul-periode-20222027-7621
Berdasarkan pengalaman yang telah terjadi dalam pengumpulan di tingkat OPD ada yang melebihi target. Ada pula yang hanya 30 persen dari target. Maka dengan fakta itu memerlukan keseriusan dalam pengumpulanya oleh para petugas di seluruh OPD. Termasuk para petugas yang selama ini dalam melaporkan dan menyetorkanny ke Baznas pada tahun 2022 belum disertai by name muzaki. Sedangkan pada tahun 2023 harus disertai.
BACA JUGA: https://yogyapos.com/berita-drs-kriswanto-msc-pimpin-baznas-sleman-periode-20222027-8541
Sementara itu, Seksa Bantul Agus Budiraharjo, dalam membacakan sambutan Bupati H Abdul Halim Muslih, mengatakan penanganan zakat di Bantul di masa mendatang harus lebih profesional. (Spd)
