Bawa Senpi, Oknum Karyawan Sebuah Cafe Diamankan Polisi

share on:
Tersangka pemilik senpi ilegal mengenakan baju tahanan biru || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kedapatan memiliki sepucuk senjata api (senpi) jenis rakitan secara ilegal, Fr (31) karyawan sebuah cafe di Pantai Selatan Cempuri Parangkusomo Parangtritis Kretek Kabupaten Bantul, ditangkap petugas Polres Bantul.      

Penangkapan terhadap lelaki asal Twelagiri Pegedonan Banjarnegara Jawa Tengah, berlangsung pada Rabu (8/9/2021) sekitar pukul 19.30 Wib, di Jalan Parangtritis Km 27.

Penangkapan bermula dari informasi seorang perempuan yang diberi pil Tehexypheidyl oleh teman. Dari informasi ini dua petugas kepolisian Polres Bantul yang juga slaku saksi dalam kejadian ini masing-masing Achmad Adrif P dan Septiaji Irawan mendatangi Polsek Kretek untuk menindaklanjuti laporan itu. Selanjutnya dua petugas itu juga melakukan penyelidikan kepada Fr yang memang diduga ada bubungannya dengan kejadian itu. 

“Pada saat melakuka penggeledahan di dalam mobil milik Fr, ditemukan satu pucuk senpi rakitan beserta sejumlah peluru di bantal boneka warna kuning di dashboard kemudi mobil,” kata Kapolres Bantul  AKB Ihsan SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Ngadi SH, pada jumpa pers di Polres Bantul, Kamis (1/10).

Selain telah meminta keterangan kepada para saksi dua orang diantaranya dua polisi itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu pucuk senpi jenis Revolver 38.S&W.SPL merek RCF warna hitam dengan pegang popor warna coklat. Selain itu juga enam butir selongsong peluru warna kuning emas, 9 butir peluru tajam, 18  butir peluru hampa, satu buah plastik untuk menyimpan peluru dan sebuah boneka. 

“Barang bukti itu sudah diperiksakan ke laboratorium forensik Semarang. Sedangkan yang lainnya masih diamankan untuk keperluan penyidikan lebih lanjut,” katanya seraya menegaskan tersangka dijerat Pasal 1 UU Darurat RI no 12 Tahun 1951. 

Fr saat ditanya wartawan mengaku, senpi itu dibeli dari seseorang di Banjarnegara seharga Rp 3.500.000 pada tahun 2020. Senjata itu belum pernah digunakan untuk  menembak. “Itu saya bawa hanya untuk melindungi diri,” kata Fr. (Spd)

 


share on: