Basori Alwi: Penganut Radikalisme Tak Pelajari Agama Secara Utuh

share on:
Salah satu pembicara dalam acara Pembinaan Komunikasi Cegah Tangkal radikalisme/sparatisme, di Kodim bantul, Selasa (6/4/2021) || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Kodim 0729/Bantul mengadakan acara Pembinaan Komunikasi Cegah Tangkal radikalisme/sparatisme untuk para utusan organissasi kemasyarakatan (ormas) tokoh agama dan tokoh masyarakat, di Makodim ini, Selasa (6/4/2021).

“Dalam kesempatan ini diikuti oleh sekotar 65 peserta utusan dari ormas, pemuka agama dan tokoh masyarakat. Tujuannya sebagai upaya untuk pencegahan dan menangkal radikalisme,” ungkap Kasdim Bantul, Mayor Inf Joko Susila mewakili Dandim Letkol Inf Agus Indra Gunawan, dalam sambutan dan membuka acara ini.

Acara ini menghadirkan pembicara diantaranya Kabag TU Kantor Kemenag Kabupaten Bantul H Basori Alwi SAg MM mewakili Kepala Kemenag Bantul Aidi Johansyah SAg MM, serta Danramil Kasihan, Mayor ARM Mespan.

“Radikalisme/sparatisme muncul karena orang yang melakukannua memang kursng/tidak memahami ajaran agama secara utuh. Tindakannya tidak mau memahami pendapat orang lain memaksakan bahwa pendapatnya yang benar. Maka mereka tidak dan kurang mengahargai budaya yang ada,” jelas Basori Alwi.

Dijelaskan, para paham dan pelaku radikalisme, paradisme dan makar biasanya tidak mengakui dan  mempercayai bahkan menentang Pancasila, Bhenika Tunghal Ika, NKRI dan UU D 1945.

“Percaya, mengakui dan berPancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945 (PBNU) merupakan solusi agar tidak ada radikalisme,” kata Basori Alwi.

Dikatakan, dakwah Islam dengan mengutamakan pikir dan dzikir dengan sanad para guru yang dapat dipertanggung jawabkan sebagai semacam, juga salah satu upaya agar orang tidak terjerumus pada terorisme.

Sementara itu, Danramil Kasihan Mayor Arm Mespan, mengatakan wawasan kebangsaan yang luas dan dalam adalah merupakan hal yang sangat ompenting pada setiap diri Bangsa Indonesia.

“Sekalipun kita semua sejak saat masih duduk di banhku sekolah sudah memperoleh pembekalan wawasan kebangsaan, namun kini juga memerlukan ujtuk mempertebal wawasan kebangsaannya,” kata Mespan. (Supardi)

 


share on: