Bank Sampah Alam Lestari Bantul Berhasil Produksi Eco Enzyme

share on:
Penyerahan Eco Enzym hasil kreasi Bank sampah Alam Lestari || YP-Supardi

Yogyapos.com (BANTUL) - Masyarakat Ceme Kalurahan Srigading Kapanewon Sanden Bantul yang mengelola Bank Sampah Alam Lestari di dusunnya, berhasil membuat Eco Enzyme. Eco Enzyme adalah cairan serbaguna hasil prementasi dari buah (kulit buah), gula merah,  air hujan dan air AC selama 50 hari atau lebih.  

Kegunaan Eco Enzyme selama ini antara lain untuk disenfiktan, menghilangkan bau mulut, mengobati luka berdarah, gatal bekas gigitan nyamuk, mencuci peralatan rumah tangga, pembersih ruangan dan mengobati penyakiy mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak serta pembuatan sabun cuci/mandi.

“Ini sudah kami produksi dan kegunaannya telah diuji coba pula. Ternyata berkhasiat,” kata Ketua Tim Eco Enzyme, Zulwan memberikan penjelasan kepada Bupati Bantul, H Abdul Muslih saat panen cairan Eco Enzyme dalam rangkan memperingati Hari Lingkungan Hidup Dunia 2022, di Ceme Bantul, Minggu (19/6/2022).

Menurutnya, dalam uji coba penggunaan ada beberapa ekor sapi yang terkena PKM bisa disembuhkan dengan Eco Enzyme. Ruangan yang semula bau juga bisa dinetralkan (disegarkan)  dengan cairan ini. Caranya dengan disemprotkan. 

“Namun harapan saya Eco Enzym bisa dikembangkan di Bantul dalam rangka percepatan Bantul bersih sampah. Namun jangan diperjual belikan agar tidak hanya menjadi momoditas ekomomi mengujtungkan bagi pengusaha. Melainkan harapannya bisa memberikan keuntungan bagi warga kecil dan pengelola bank sampah,” sambungnya. 

Sementara itu, Ketua Bank Sampah Alam Lestari Ceme, Slamat Budi Santoso, mengatakan pihaknya bersama dengan masyarakat juga mengolah sampah menjadi barang produk jadi berupa tas, pas bunga dan pot bunga. 

“Harapan dan tekad kamibahwa sampah yang selama ini mengotori dan mengganggu bisa dimanfaatkan diolah menjadi barang jadi yang berguna,” ungkap Slamet. 

Bupati Bantul H Abdul Halim Muslih, menyambut positif dan mengapresiasi keberhasilan yang dilakukan oleh masyarakat Ceme. 

“Ini merupakan tindakan nyata sebagai aplikasi untuk mewujudkan Bantul bebas sampah pada tahun 2025. Saya berharap terus diaplikasikan agar semakin baik,” harap Abdul Halim. 

Dikatakan, Pemkab Bantul memfasilitasi upaya itu yaitu dengan menyediakan anggran per padukuhan Rp 50 juta setiap tahun untuk mengolah sampah, Posyandu dan pendidikan Paud. 

Pada kesempatan ini, Abdul Halim juga panen Eco Enzyme dan menerima penyerahan peralatan pengolahan sampah buatan warga Ceme berupa pralon yang dilubangi untuk membuat residu sampah untuk pupuk. Alat ini disebutnya Lodhong Sisa Dapur (Losida). (Spd)

 


share on: