Bangunan Warga Terdampak Tol Bawen-Yogya Mulai Didata

share on:
Salah satu warga mendampingi Tim Satgas B mendata bangunan yang terdampak Tol Bawen-Yogya || YP-Eko Purwono

Yogyapos.com (SLEMAN) - Tim Satgas B atau tim identifikasi dan inventarisasi benda (yuridis) pengadaan tanah untuk kepentingan proyek ruas Jalan Tol Bawen-Yogya sesi 1, kembali turun ke Padukuhan Gangsiran Onggojayan, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Senin (5/4/2021). Kali ini melakukan pendataan bangunan milik warga yang terdampak. Tahapan ini merupakan salah satu proses yang harus dipenuhi sebelum tim appraisal (penilai) menetukan nilai ganti rugi tanah

“Hari ini kita lakukan pendataan bangunan untuk pembebasan lahan milik warga Onggojayan Banyurejo untuk proyek  Tol Bawen-Yogya,” terang Husni selaku anggota Tim Satgas B ditemui yogyapos.com disela kegiatan.

Dalam melakukan pendataan, rinci dia, petugas melaksanakan pencatatan yang meliputi sejumlah komponen terdapat pada konstruksi bangunan, dengan serangkain pencermatan dan pengukuran pada setiap bangunan didampingi langsung oleh pemilik.

“Pendataan untuk pembebasan lahan itu dilakukan pada semua bangunan yang ada di atas dan di bawah tanah, yang didata meliputi yang pertama rumah, mencakup luas, klasifikasi dan jenis material,” katanya.

Sedangkan, bangunan yang lain, imbuh dia, meliputi infrastruktur diantaranya penahan tanah atau talud, paving block. “Untuk yang di bawah tanah meliputi sapiteng, sumur dan peresapan,” jelasnya.

Bemuh Tarom salah satu warga terdampak di Padukuhan Gangsiran Onggojayan mengatakan bahwa sebelumnya telah dilakukan dua tahapan pendataan yaitu terhadap luas tanah dan tanam tumbuh dan kali ini dilakukan pendataan rumah dan bangunan untuk kepentingan proyek strategis nasional ini, untuk di Padukuhan Onggojayan terdapat 6 bangunan.

“Warga terdampak sangat mendukung pendataan kali ini, apapun data yang dibutuhkan petugas akan kami upayakan untuk dipenuhi dengan sebenar-benarnya, harapan kami pihak terkait agar memperhatikan apa yang ada pada rumah kami, memang rumah kami sederhana tapi rumah ini penuh dengan sejarah, maka harapan kami berilah nilai yang setinggi-tingginya sehingga bisa membeli tanah dan membangun rumah dengan masyarakat yang baru,”tutur Ketua Mujahadah malam Senin ini. (Eko Purwono)

 

 

 


share on: